Triwulan Ketiga 2022, Investasi ke Purwakarta Capai Rp5,75 Triliun

Di bawah kepemimpinan Anne Ratna Mustika sebagai bupati, jajaran Pemkab Purwakarta terus berupaya meningkatkan jumlah investasi yang masuk ke wilayah tersebut, salah satunya dengan mempermudah berbagai akses pelayanan publik.

Triwulan Ketiga 2022, Investasi ke Purwakarta Capai Rp5,75 Triliun
Hingga triwulan ketiga 2022, investasi yang masuk ke Kabupaten Purwakarta angkanya mencapai Rp5,75 triliun. Capaian itu terhitung sebesar 97,7 persen dari target investasi Kabupaten Purwakarta tahun 2022 dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sebesar Rp5,88 triliun.

INILAHKORAN, Bandung - Di bawah kepemimpinan Anne Ratna Mustika sebagai bupati, jajaran Pemkab Purwakarta terus berupaya meningkatkan jumlah investasi yang masuk ke wilayah tersebut, salah satunya dengan mempermudah berbagai akses pelayanan publik.

Hingga triwulan ketiga 2022, investasi yang masuk ke Kabupaten Purwakarta angkanya mencapai Rp5,75 triliun. Capaian itu terhitung sebesar 97,7 persen dari target investasi Kabupaten Purwakarta tahun 2022 dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sebesar Rp5,88 triliun.

"Insyaallah target tersebut pada triwulan keempat akan tercapai. Untuk target investasi di Purwakarta pada 2023 mendatang, ada peningkatan sebesar 16,67 persen atau naik menjadi Rp6,8 triliun," kata Anne, Senin 26 Desember 2022.

Baca Juga : Helmi Budiman Harap Toleransi Perayaan Natal 2022 di Garut jadi Modal Bangun NKRI

Menurutnya, pencapaian target tersebut dari para investor berbagai jenis usaha, mulai dari UMKM, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA). Pada gilirannya, manfaat-manfaat penanaman modal tersebut diharapkan dapat meningkatkan investasi, membuka lapangan pekerjaan, juga meningkatkan perekonomian masyarakat Purwakarta.

Untuk kepentingan masuknya investasi tersebut, para pengawai di lingkungan Pemkab Purwakarta diminta terus melakukan percepatan dan peningkatkan peran dan fungsi pemerintah dalam pembangunan dan melaksanakan pelayanan publik.

"Kami meminta seluruh pegawai baik itu ASN atau Non ASN di lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Purwakarta dapat melaksanakan peran dan tugasnya dengan baik, senantiasa menjaga dan mempertahankan integritas, loyalitas, disiplin dan komitmen, serta mampu memanfaatkan segala sumber daya secara optimal untuk menghasilkan produktivitas kerja secara maksimal," ujarnya.

Baca Juga : Nilainya mendekati Satu Miliar Rupiah, Bupati Cirebon Soroti Proyek Shelter PKL

Menurutnya, hal ini sesuai dengan misi Pemkab Purwakarta dalam rangka tata kelola pemerintahan yang baik, bersih dan professional. Bahkan, misi tersebut, juga telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2018-2023.

Adapun tata kelola pemerintahan yang dimaksud, salah satunya mencakup pelayanan publik. Termasuk membangun fasilitas insfrastruktur dan memaksimalkan seluruh sumber daya yang ada untuk peningkatan pelayanan publik, salahsatunya seperti program Gempungan dan keberadaan Mall Pelayanan Publik (MPP).

"Untuk optimalisasi tata kelola pemerintahan itu, lebih mencakup ke penyediaan pelayanan dasar publik," kata Anne.

Baca Juga : Lewat Sarasehan, Relawan Petebu Ganjar Gandeng Petani Se-Subang Wujudkan Swasembada Gula Nasional

Dia menegaskan, bagi ASN dimanapun ditempatkan harus tetap memiliki keyakinan dan komitmen untuk memberikan kinerja terbaiknya dalam rangka optimalisasi pelayanan publik.

"Kami juga mendorong kinerja para pegawai untuk lebih maksimal dalam melaksanakan tugas dan pelayanan publik, terutama dalam kaitannya dengan prioritas pembangunan yang telah digariskan dalam RPJMD 2018-2023. RPJMD tersebut harus diketahui dan dipahami betul agar bisa menjadi pedoman untuk ASN di Kabupaten Purwakarta," jelasnya.***

Baca Juga : Peserta WJDS IFes 2022 Membludak !


Editor : donramdhani