Sumbang Rp50 juta dari Uang Pribadi, Wali Kota Bandung Terus Gelorakan Bandung Berbagi

Sumbang Rp50 juta dari Uang Pribadi, Wali Kota Bandung Terus Gelorakan Bandung Berbagi



INILAH, Bandung,- Aksi peduli sesama di tengah keterpurukan terus digelorakan Wali Kota Bandung,Oded M. Danial bagi seluruh elemen untuk tetap sauyunan melalui Bandung Berbagi.

Wali Kota Bandung, Oded M. Danial terus menggelorakan warganya agar saling membantu di masa pandemi Covid-19. Kali ini, ia pun mengajak semua lapisan untuk saling berbagi mulai dari makanan untuk warga yang membutuhkan lewat Bandung Berbagi.

Di awal gerakan ini, Bandung Berbagi menyediakan 10.000 paket makanan yang akan dibagikan selama 5 hari melalui Bandung Economic Empowerment Center (BEEC). Selanjutnya BEEC akan bekerja sama dengan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk menyediakan paket makanan yang akan dibagikan.


Pembagian makanan dimulai di Kelurahan Cibangkong, Kecamatan Batununggal, Rabu (21/7). "Ambil secukupnya, ingat saudaramu yang belum dapat. Donasi satu bungkus nasi bisa membuat saudaramu bahagia," demikian slogan gerakan Bandung Berbagi.

Menurut Ketua BEEC, Ujang Koswara, BEEC akan merangkul pelaku UMKM Kota Bandung untuk menyediakan makanan siap saji. “Karena banyak UMKM juga yang terdampak. Jadi yang membuat katering makanan bisa oleh UMKM terdekat. Ini gerakan dari mereka oleh mereka dan untuk mereka,” tuturnya.

Pria yang akrab disapa Uko itu mengatakan, gerakan Bandung Berbagi sebetulnya telah dilakukan oleh masyarakat Kota Bandung khususnya di Kelurahan Cibangkong, Kecamatan Batununggal. Akan tetapi Mang Oded selaku wali kota menginginkan gerakan tersebut terus masif dan ditiru oleh semua warganya. Oleh karenanya, secara pribadi ia menyumbang Rp50 juta.

Tak hanya Pemkot Bandung melalui gerakan Bandung Berbagi, aksi kepedulian juga digelar Polrestabes Bandung bersama Masyarakat Tionghoa Peduli (MTP) dengan membagikan 10.000 paket sembako untuk masyarakat terdampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya mengatakan, paket sembako itu berasal dari kelompok donatur, yakni Masyarakat Tionghoa Peduli (MTP). Sembako itu disalurkan oleh polisi guna memastikan tepat sasaran.

"Bantuan akan diberikan kepada pedagang kaki lima lalu wilayah padat penduduk yang diperkirakan amat membutuhkan bantuan sosial ini," katanya.

Bantuan paket sembako itu, kata dia, bakal diberikan secara bertahap ke sejumlah wilayah di Kota Bandung, khususnya wilayah yang banyak terdapat masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.

Penyaluran bantuan itu, menurutnya, akan dilakukan oleh personel bhabinkamtibmas. Karena, kata dia, bhabinkamtibmas biasanya lebih mengetahui kondisi masyarakat di lapangan.

Sementara itu, Koordinator Utama MTP Herman Widjaja mengatakan sejauh ini pihaknya telah menyalurkan sejumlah bantuan selain sembako, seperti alat pelindung diri, obat-obatan dan kebutuhan lainnya.

Menurutnya bantuan itu disalurkan sebagai kontribusi pihaknya untuk mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat yang kini cukup terdampak akibat maraknya pembatasan kegiatan.  "Penyalurannya juga dibantu oleh petugas, semisal dari Kodim 0618/BS, Polrestabes Bandung, Polda Jabar dan lainnya," kata Herman.

Tak hanya warga terdampak, aksi peduli juga dilakukan pada pedagang kaki lima (PKL) Kota Bandung oleh Komunitas Pemuda Pemudi Masyarakat Tionghoa Peduli.

Mereka pun mengirimkan bantuan sebanyak 1.000 paket sembako untuk pedagang kaki lima (PKL)

Koordinator Pemuda Pemudi Masyarakat Tionghoa Peduli, Hendry Bunardi mengatakan, distribusi sembako ini disalurkan serentak oleh Babinkamtibmas Polsek se-Kota Bandung, Jawa Barat.

"Kami memberi 1.000 paket sembako isinya kebutuhan dasar rumah tangga. Sasarannya nanti diberikan oleh seluruh Babinkamtibmas Kota Bandung, total ada 151 sasarannya pedagang, PKL dan warga yang isolasi mandiri," kata Hendry.

Hendry memastikan adanya perpanjangan PPKM ini berdampak pada masyarakat kurang mampu dan pedagang. "Bantuan ini berkelanjutan, kita sudah mulai sejak pandemi tahun lalu. Dengan kondisi ini bukan cuma soal COVID-19 saja," katanya.

Tidak hanya itu, pihaknya pun menyediakan vaksinasi Covid-19 untuk kategori masyarakat umum dengan target 650 dosis vaksin habis dalam satu hari.

"Kita vaksinasi dan donor darah, pendonor kita registrasikan untuk vaksin kemudian membantu pemenuhan stok darah di PMI. Karena saat ini ketersediaan plasma tinggi tapi darah berkurang. Untuk vaksinasi massal sudah tiga kali untuk lansia dan guru, sekarang untuk vaksin masyarakat 650 dosis vaksin," kata dia.