Acara Pernikahan Dibubarkan, Lima Pelanggar Didenda Rp100-200 Ribu

Acara Pernikahan Dibubarkan, Lima Pelanggar Didenda Rp100-200 Ribu
istimewa



INILAH, Garut-Hari pertama perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat pada Rabu (21/7/2021) di Kabupaten Garut diwarnai pembubaran sebuah acara pernikahan, dan penyidangan lima pelanggar.

Sebuah acara pernikahan di Desa Girimukti Kecamatan Cibatu dibubarkan jajaran petugas Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kecamatan setempat karena penyelenggaraannya diwarnai pesta dangdut. Hal itu dinilai petugas sebagai pelanggaran terhadap PPKM Darurat.

Petugas pun membubarkan para tamu undangan yang hendak memenuhi acara pernikahan tersebut. 


Tak ada penolakan dari pihak pemangku resepsi pernikahan atas kejadian tersebut. 

"Kita hentikan acara pesta perknikahan ini dikarnakan situasi masih belum kondusif. PPKM pun masih berjalan dan diperpanjang oleh Pemerintah sampai tanggal 25 juli 2021. Kita akan tindak tegas penyelenggara acara pesta pernikahan ini. Acara ini juga tidak ada izin," kata Kapolsek Cibatu AKP Moch. Duhri.

Dia menyebutkan, pihaknya akan melakukan pemanggilan terhadap penanggung jawab acara pesta pernikahan agar datang ke kantor Kecamatan Cibatu keesokan harinya, Kamis (22/7/2021).

Di tempat terpisah, Tim Satgas Penanganan Covid-19 menggelar sidang tindak pidana ringan (tipiring) terhadap lima pelanggar PPKM Darurat di Posko Penegakan Hukum bagi Pelanggar PPKM Darurat di Area SMKN 12 Garut Simpang Lima Tarogong Kidul. Persidangan digelar secara virtual melalui telekonferensi.  

Para pelanggar didominasi pemilik warung sembako yang dinilai melanggar jam operasional masa PPKM Darurat itu divonis beragam. Mulai denda Rp100 ribu atau subsidair kurungan satu bulan penjara hingga denda Rp200 ribu atau subsidair kurungan satu bulan penjara.(zainulmukhtar)