PPKM Darurat Diperpanjang, Ini Permintaan Komisi IV DPRD Bogor

PPKM Darurat Diperpanjang, Ini Permintaan Komisi IV DPRD Bogor
istimewa



INILAH, Bogor - Pasca dikeluarkannya kebijakan perpanjangan PPKM Darurat oleh Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo atau Jokowi, komisi IV DPRD Kota Bogor menggelar rapat dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor pada Rabu (21/7/2021) sore. Rapat dipimpin oleh Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Bogor Endah Purwanti, komisi IV menyoroti terkait kesiapan Kota Bogor dalam menangani pasien Covid-19 yang belum terlayani dan insentif tenaga kesehatan. 

Diketahui rapat diikuti oleh anggota Komisi IV lainnya yaitu Devie Prihartini Sultani, Anna Mariam Fadilah, Sri Kusnaeni, Achmad Saeful Bakhri, Ence Setiawan, Enny Indari, Jatirin, Achmad Rifky Alaydrus, Syarif Hidayat Sastra dan Mochamad Zaenal Abidin.

"Jadi berdasarkan data yang disampaikan oleh Kepala Dinkes Kota Bogor Sri Nowo Retno, belum menunjukkan adanya penurunan kasus positif selama pelaksanaan PPKM Darurat ini. Sehingga perlu adanya penambahan kembali ketersediaan tempat tidur untuk ruang IGD atau ICU. Bisa memaksimalkan puskesmas yang ada dengan memberikan konsentrator oksigen di setiap puskesmas yang nantinya akan digunakan oleh warga yang isoman. Bayangkan saja saat ini masih ada 7.000 warga yang melakukan isoman," ungkap Endah kepada wartawan pada Kamis (22/7/2021) pagi 


Endah melanjutkan, RSUD Kota Bogor menyatakan diri siap untuk dijadikan rumah sakit penanganan Covid-19 secara keseluruhan. Hal ini berdasarkan instruksi presiden dimana disetiap Kota atau Kabupaten perlu memiliki rumah sakit yang khusus menangani Covid-19.

"Jadi RSUD tadi menyatakan diri siap untuk menjadi RS yang menangani Covid-19 secara penuh dan kami dukung ini. Tak hanya itu, saya juga turut menyoroti terkait insentif nakes yang diperkirakan untuk bulan januari dan februari akan cair dalam waktu dekat ini," terangnya.

Endah juga mengaku, akan mendorong pelaksanaan refocusing anggaran yang akan difokuskan untuk insentif nakes, mempersiapkan puskesmas untuk melayani Covid-19 secara maksimal dan kebutuhan lainnya.

"Perlu terus disuport perjuangan para nakes semua. Terimaksih buat diskusi siang ini. Refokusing anggaran untuk percepatan penanggulangan covid. komunikasi dengan anggota DPR RI untuk support," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Bogor Sri Nowo Retno mengungkapkan, selama pelaksanaan PPKM Darurat peningkatan kasus mencapai 29 ribu. Dengan data tambahan berupa saat ini sedang krisis nakes, karena ada sekitar 400 nakes sedang isoman. 

"Nakes kelelahan jadi imun turun mudah terpapar. Dengan peningkatan kasus, isoman yang jadi tanggungjawab puskesmas untuk memantau, kolaborasi denga IDI dan IBI lewat telemedicine. Ini salah satu upaya kita," ungkapnya.

Terpisah, Dirut RSUD Kota Bogor Ilham Chaidir memaparkan bahwa saat ini RSUD akan dikonversi perlahan. Sebab ruang Isolasi untuk dewasa full. Tak hanya itu, RSUD Kota Bogor juga terkendala ketersediaan oksigen, terlebih dalam hal pengisian. 

"Pasien yang datang ke RSUD saturasi sudah 70 persen, sudah berat. Bahkan di ICU sendiri daftar tunggu sudah 31 antrian. Dengan adanya RS lapangan dikira dapat backup icu, ternyata masalahnya di oksigen juga terbatas. Lebih baik akan kami tangani semampu kita. Untuk Pasokan oksigen ada 4 strategi, pipanisasi memakai oksigen sentral. Maksimalisasi generator oksigen, dari kemenkes dan banprov. Memperbanyak tabung 6 kubik dan pengawasan efisiensi oksigen," pungkasnya. (rizki mauludi)