Robert Alberts Tunggu Kepastian Jadwal Liga

Robert Alberts Tunggu Kepastian Jadwal Liga



INILAH, Bandung - Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts mengaku belum mengetahui kabar terbaru mengenai Liga 1 2021-2022. Terutama mengenai jadwal kick off. 

Pelatih asal Belanda ini menilai pengumuman jadwal kick off Liga 1 2021-2022 kemungkinan besar menunggu keputusan pemerintah Republik Indonesia. Terbukti, hingga saat ini Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat diperpanjang hingga 25 Juli mendatang. 

"Jadi kami mengambil kesimpulan bahwa langkah pertama, kami masih harus menunggu hingga tanggal 26 Juli dan melihat apa yang terjadi. Kami juga masih menunggu informasi resmi PSSI dan LIB, bagaimana reaksi mereka menanggapi perpanjangan PPKM ini dan bagaimana rencana memulai Liga," ujar Robert saat dihubungi, Rabu (21/7/2021).


Robert merasa sudah cukup banyak rencana yang dibuat PSSI maupun PT Liga Indonesia Baru (LIB) mengenai penyelenggaran Liga 1 2021-2022. Bahkan terjadi sejak musim 2020 lalu. 

"Banyak tanggal yang ditetapkan sejak Maret tahun lalu, banyak janji yang dibuat sejak Maret tahun lalu, jadi sulit mengetahui secara pasti mana yang benar dan mana yang salah. Kami mencoba untuk selalu optimis dan melihat ke depan, kami selalu mencoba untuk yakin Liga akan dimulai lagi," tegasnya. 

Pelatih berusia 65 tahun ini mengaku sangat iri dengan negara-negara lainnya yang tetap bisa menggelar kompetisi meski status Covid-19 mengalami peningkatan. 

"Seperti yang sering saya katakan, jika negara-negara di dunia, contoh bagusnya yaitu negara tetangga, Malaysia, ketika kasus Covid sedang tinggi, lockdown total, tapi sepak bola profesional di sana tetap bergulir. Klub tetap bisa berlatih, tetap bermain. Dan semua juga harus tetap mengikuti protokol kesehatan dan prosedur keselamatan," katanya. 

Sementara di Indonesia, lanjutnya, sangat sulit dilakukan. Bahkan sudah terjadi sejak musim 2020 lalu hingga akhirnya harus dihentikan secara cepat meski sudah berjalan tiga pertandingan.

"Kami harus melihat seluruh situasi yang ada di Indonesia dan kami terus menerus menanyakan pertanyaan yang sama, 'kenapa kami tidak bisa bermain sepakbola seperti negara lain?'. Tidak ada yang bisa memberi jawaban yang tepat dan itu akan terus menjadi pertanyaan," tuturnya.

Padahal, dikatakan Robert, berbagai upaya sudah dilakukan. Seperti menggelar simulasi di Piala Menpora 2021. 

"Kami bermain di Piala Menpora yang mana kami terpaksa untuk mengikuti itu. Karena turnamen itu untuk mendapat izin kepolisian dan itu sampai sekarang belum terjadi. Jadi pertanyaan besarnya adalah kenapa kami belum bisa bermain di liga?," tegasnya.(Muhammad Ginanjar)