Berikan Relaksasi, Buka Tutup Jalan Di Kota Bandung Hanya Satu Kali

Berikan Relaksasi, Buka Tutup Jalan Di Kota Bandung Hanya Satu Kali
istimewa



INILAH, Bandung - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memberikan kelonggaran untuk kebijakan buka tutup jalan di masa penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat yang berlangsung hingga 25 Juli mendatang. 

 

Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengatakan, buka tutup jalan selama masa perpanjangan PPKM darurat hingga akhir bulan ini, hanya dilakukan satu kali. Yakni dari pukul 18.00 hingga 05.00 WIB yang sebelumnya dibagi menjadi tiga waktu. 


 

Sebelumnya, buka tutup jalan dilakukan di tiga ring yakni pukul 08.00 WIB hingga 11.00 WIB, pukul 13.00 WIB hingga 16.00 WIB dan pukul 18.00 WIB hingga pukul 05.00 WIB. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari relaksasi di sektor ekonomi. 

 

"Pertemuan di Pendopo, Pak Wali Kota, Pak Kapolrestabes dan Pak Dandim ketemu perwakilan warga. Ada aspirasi, sekarang hanya satu kali penutupan enggak tiga kali. Hanya sore sampai pagi," kata Yana di rumah pemotongan hewan (RPH) Arjuna, Kota Bandung pada Rabu (21/7/2021). 

 

Ditugaskan dia, bagi masyarakat yang memiliki kepentingan darurat saat penutupan jalan, dapat membuka sekat dengan terlebih dahulu menghubungi petugas. Kebijakan penutupan jalan, dikembalikan seperti sebelum PPKM darurat berlangsung. 

 

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung Ema Sumarna mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti keputusan pemerintah pusat yang memperpanjang PPKM darurat dengan melibatkan seluruh instansi dan lembaga terkait. 

 

"Kita memberikan relaksasi ekonomi kepada para pelaku usaha formal, dan informal, termasuk PKL di malam hari. Itu yang akan direlaksasi. Tapi prinsipnya mau di luar atau di dalam dine in, tidak diperbolehkan tetap harus take away," kata Ema. 

 

Lebih lanjut dia menambahkan, pihaknya juga akan menyesuaikan kebijakan work from home (WFH) dan relaksasi jam operasional. Saat ini, level kewaspadaan penyebaran covid-19 di Kota Bandung masih berada di level empat. 

 

"Kafe, restoran dan pedagang kaki lima untuk kuliner tidak boleh dine in, tapi take away. Saya melihatnya eksplisit diintruksi mendagri nomor 22. Yang ada relaksasi, jam operasional dilonggarkan," ucapnya. (Yogo Triastopo)