Usulkan Refocusing, DPRD Ikhlas Anggaran Kunker Dipangkas

Usulkan Refocusing, DPRD Ikhlas Anggaran Kunker Dipangkas



INILAH, Cibinong - DPRD Kabupaten Bogor mengusulkan Bupati dan Wakil Bupati Bogor kembali melakukan refocusing secara parsial Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), untuk selanjutnya diperuntukkan untuk penanganan Covid-19 hingga memberikan bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat yang 'terkapar' pandemi virus corona (Covid-19).

Tak hanya mengusulkan, para wakil rakyat ini pun sudah sepakat untuk mencoret anggaran kunjungan kerja ke luar negeri atau ke daerah lain, apabila terpaksa ada kunjungan ke luar daerah, maka melalui Sekretariat DPRD Kabupaten Bogor akan meniadakan honor surat pertanggungjawaban (SPJ).

"Kami tak hanya mengusulkan refocusing APBD untuk penanganan wabah Covid-19 hingga  pemberian bansos kepada masyarakat yang 'terkapar', DPRD Kabupaten Bogor juga sudah meniadakan kunjungan kerja ke luar negeri maupun honor SPJ," kata Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto kepada wartawan, Selasa, (20/7).


Pria asli Surakarta ini menerangkan anggaran pelatihan sumber daya manusia"(SDM) aparatur sipil negara (ASN) lingkup Pemkab Bogor diminta untuk direfocusing oleh jajarannya.

"Selain meniadakan pelatihan SDM ASN, Kami meminta Bupati-Wakil Bupati Bogor juga menggeser atau merefocusing anggarab insfrastruktur, terutama yang besar-besar anggarannya, sementara dari perhitungan waktu pekerjaan tidak akan selesai dalam sisa waktu lima bulan ini," terangnya.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara mengungkapkan dalam upaya merofocusing secara parsial APBD, jajarannya akan memanggil satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang memiliki anggaran pembangunan insfrastruktur.

"Kami akan memanggil DPU-PR, DPKPP, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan dab dinas teknis lainnya, untuk selanjutnya mengkaji kemungkinan pergeseran atau refocusing anggaran di dinasnya untuk pembiayaan penanganan wabah Covid-19 hingga pemberian Bansos untuk masyarakat yang terkapar," ungkap Sastra.

Politisi Partai Gerindra ini menjelaskan pergeseran atau refocusing APBD ini lebih diprioritaskan kepada proyek yang belum dikerjakan, dilelang atau tak mungkin dikerjakan selama lima bulan tersisa di Tahun 2021 ini. 

"Proyek peingkatan jalan dan pembangunan pedestrian Jalan Raya Tegar Beriman, proyek pembangunan RSUD Bogor Utara yang nilai anggarannya besar bisa saja tergeser atau terefocusing, alasannya mungkin tidak dikerjakan dengan baik dan tepat selama lima bulan. Sisa pekerjaan proyek insfrastruktur diatas, nanti bisa kita anggarkan lagi di tahun depan," jelasnya. (Reza Zurifwan)