Tiga Pejabat Disdik Kena OTT Saber Pungli, Recofusing Anggaran Jadi Alasan

Tiga Pejabat Disdik Kena OTT Saber Pungli, Recofusing Anggaran Jadi Alasan
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Juhana. ()



INILAH, Bandung - Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Juhana menyatakan, kejadian Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh tim Saber Pungli Jabar terhadap dua orang pejabat Dinas Pendidikan masih harus dilakukan pembuktian dan pendalaman karena memang pembahasan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) itu memerlukan biaya operasional.

"Kalau pandangan saya ini masih harus didalami lagi kebenarannya. Cuma memang prinsipnya pungutan itu ada. Nah, soal itu liar tidaknya itu harus ada pendalaman, dari mana dan untuk apa uang itu. Ini sedang dipelajari karena untuk pembahasan KTSP ini ada proses diskusi, pendampingan, makan minum, membiayai narasumber, dan lain sebagainya," kata Juhana melalui sambungan telepon, Senin (19/7/2021).

Dikatakan Juhana, adanya pandemi ini, membuat anggaran di dinasnya terkena pengalihan (refocusing). Akibatnya, ada beberapa kegiatan yang sebelumnya dibiaya oleh Dinas Pendidikan, untuk tahun ini tidak ada. Salah satunya adalah kegiatan pembahasan KTSP sehingga ada kemungkinan pungutan tersebut dilakukan untuk membiayai pembahasan KTSP tersebut.


"Kemudian pembahasan KTSP ini juga diperbolehkan menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Nah untuk tahun ini memang anggaran kami kena recofusing, kalau biasanya untuk kegiatan seperti itu ada anggarannya dari dinas. Jadi bisa saja pungutan itu untuk mendukung kegiatan tersebut. Namun setelah ada kejadian ini saya pastikan tidak ada pungutan serupa di kecamatan lain," ujarnya.

Juhana melanjutkan, pihaknya sepenuhnya menyerahkan sepenuhnya kepada pihak penegak hukum. Dan jika terbukti para terduga ini bersalah, selain sanksi pidana, tentunya ada sanksi kedinasan yang diberikan kepada mereka sesuai dengan kesalahannya dan pelanggarannya.

"Kalau terbukti ada kesalahan yah tentu ada sanksi. Itu nanti di Inspektorat yang menentukan sanksinya," katanya.

Seperti diketahui, Satgas Saber Pungli Jabar menciduk tiga oknum pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung, dalam operasi tangkap tangan (OTT) 14 Juli 2021 lalu.

Ketiga pejabat tersebut adalah Koordinator Wilayah (Korwil) Bidang SD Kecamatan Pangalengan, SJ dan pengawasnya EA, serta Korwil SD Kecamatan kertasari AD. OTT tersebut terjadi di Gedung Sekretariat PGRI Kabupaten Bandung, di kawasan Katapang.

Selain mengamankan tiga orang terduga, kata Yudi, pihaknya juga mengamankan barang bukti uang tunai sekitar Rp11,65 juta. Uang tersebut merupakan hasil pungutan dari para kepala SD di wilayah Pangalengan dan Kertasari.  SJ sendiri mengaku bahwa uang itu memang dipungut dari para kepala sekolah.

SJ menegaskan bahwa ia hanya memerintahkan EA untuk memungut Rp150.000 per kepala sekolah. Namun di lapangan, EA sendiri justru memungut Rp200.000 per kepala sekolah.

Uang tersebut diduga sebagai ‘pelicin’ untuk memudahkan verifikasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang disusun oleh para kepala sekolah bersama korwil masing-masing, oleh jajaran Bidang SD pada Disdik Kabupaten Bandung. (rd dani r nugraha)