Diikuti 155.710 PDB, MPLS di Garut Kembali Dilaksanakan secara Daring

Diikuti 155.710 PDB, MPLS di Garut Kembali Dilaksanakan secara Daring
Dokumentasi (zainulmukhtar)



INILAH, Garut - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk beberapa jenjang pendidikan di bawah naungan Dinas Pendidikan Kabupaten Garut resmi dimulai serentak secara daring, Senin (19/7/2021).

Kegiatan menandai dimulainya awal ajaran baru 2021/20222 bagi peserta didik baru (PDB) itu rencananya berlangsung selama sepekan ke depan.

MPLS dilaksanakan secara daring atau virtual melalui aplikasi video telekonferensi karena kasus Covid-19 yang kian mengkhawatirkan.


Apalagi Kabupaten Garut masuk zona merah sebagai daerah berisiko tinggi terjadi penularan Covid-19. Ditambah, saat ini sedang berada dalam masa Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

MPLS di Garut tahun ini merupakan kali kedua dilakukan secara daring sejak pandemi Covid-19 merebak pada 2020.

MPLS tahun ajaran baru 2020/2021 pada pertengahan Juli 2020 itu juga dilaksanakan secara daring untuk menghindari penyebaran virus Covid-19. Padahal Kabupaten Garut sendiri pada saat itu masuk sebagai daerah berisiko rendah terjadi penyebaran Covid-19 alias berada di zona kuning kewaspadaan Covid-19.

Saat membuka resmi MPLS melalui tayangan video, Bupati Garut berharap, meskipun anak-anak peserta didik tidak bisa berinteraksi langsung di lingkungan sekolah, mereka tetap bersemangat untuk belajar, berdo'a, dan tetap melaksanakan protokol kesehatan agar terhindar dari pandemi Coid-19.

Anak-anak bisa belajar dari rumah, namun kualitas belajarnya harus tetap diawasi dan dilakukan sesuai metode diatur Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi.

Kepala Dinas Pendidikan Garut Totong menyebutkan, MPLS tahun ini diikuti sekitar 155.710 peserta didik baru dari semua jenjang. Sebanyak 75.495 orang berasal dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), 45.624 orang dari jenjang Sekolah Dasar  (SD), dan 34.591 orang dari Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Totong meminta masyarakat bersabar atas penundaan pembelajaran tatap muka (PTM) karena situasi pandemi Covid-19 belum terkendali.

Namun begitu, dia mengatakan, berbagai skenario pembelajaran telah dipersiapkan oleh satuan pendidikan. Salah satunya dengan full PJJ BDR (pembelajaran jarak jauh dan belajar dari rumah).

"Sambil terus berbenah secara optimis untuk persiapan PTM terbatas jika situasi dan kondisi Covid-19 sudah terkendali," ujar Totong.(zainulmukhtar)