Pasien Isoman 'Terlantar', Ini Tanggapan Sekcam Cigombong

Pasien Isoman 'Terlantar', Ini Tanggapan Sekcam Cigombong
Dokumentasi (reza zurifwan)



INILAH, Cigombong-Pasien Covid-19 di Perumahan Lido Permai, RW 05 yang sedang menjalani isolasi mandiri (Isoman) kecewa atas pelayanan Satgas Penanganan Covid-19 Desa Ciburuy maupun Kecamatan Cigombong.

Pasalnya, akibat penanganan wabah virus corona (Covid-19) yang tak serius, pasien Covid-19 yang awalnya berjumlah 8 orang kini diperkirakan berjumlah lebih dari 20 orang.

"Tak hanya pasien Covid-19, warga Perumahan Lido Permai jelas kecewa terhadap layanan kesehatan Satgas Penanganan Covid 18 di tingkat Desa Ciburuy maupun Kecamatan Cigombong, akibat lambatnya dan ketidak siapan mereka hingga jumlah pasien Covid-19 di perumahan kami terus meningkat," ucap Tony yang merupakan warga perumahan tersebut kepada wartawan, Senin, (19/7).


Ia menerangkan tidak ada bantuan sembako maupun obat-obatan dari Satgas Penanganan Covid-19, bahkan aparatur seakan-akan saling melempar tanggung jawab.

Satgas Penanganan Covid-19 Kecamatan Cigombong berdalih, anggaran penanganan wabah Covid-19 ada di masing-masing pemerintah desa, akibat saling lempar tanggung jawab dan tidak adanya kesetiakawanan ini, para pasien Covid-19 yang sedang menjalani Isoman pun terpaksa hilir mudik keluar rumah untuk membeli makanan, obat-obatan dan juga berobat ke puskesmas.

“Bahkan ada salah seorang pasien Covid-19 harus bolak balik mengantar orang tuanya ke rumah sakit yang kondisinya sudah harus segera di tangani pihak rumah sakit hingga ibunya meninggal  dunia sehari dirawat di Rumah Sakit Pusat Otak  Nasional di DKI Jakarta," terangnya.

Tony berharap Satgas Penanganan Covid 19 Kabupaten Bogor gerak cepat membantu pasien Covid-19 yang menjalani Isoman di rumahnya di Perumahan Lido Permai.

"Selain mengharapkan bantuan sembako dan obat-obatan yang kabarnya ada, kami pun meminta mereka segera membenahi Satgas Penanganan Covid-19 di wilayah, termasuk juga memastikan terbentuknya tim Satgas Pemulasaraan Jenazah Covid-19 di tingkat desa," tutur Tony.

Sekretaris Kecamatan Cigombong Asep Achdiat Sudrajat mengungkapkan bahwasannya pihaknya sudah berkali-kali menegur pihak pemerintah desa yang kurang responsif dalam menangani penyebaran wabah Covid-19 di Perumahan Lido Permai.

"Penanganan wabah Covid-19 di Perumahan Lido Permai memang harusnya dilakukan oleh Pemerintah maupun Satgas Penanganan Covid-19 Desa Ciburuy karena mereka yang punya anggaran, kami pun sudah sering menegur atau memberikan arahan ke mereka. Kalau Pemerintah Kecamatan Cigombong sudah melakukan penyemprotan zat disinspektan dan pemantauan ke pengurus RT dan RW," ungkap Asep.

Ia melanjutkan akan meminta pihak Puskesmas atau bidan desa untuk merespon cepat dalam pemberian obat-obatan kepada pasien Covid-19 yang merupakan warga Perumahan Lido Permai.

"Mengenai pasien Covid-19 yang hilir mudik membeli obat di apotek atau ke Puskesmas itu tidak dibenarkan, saya akan meminta pihak Puskesmas atau bidan desa untuk lebih agresif dalam melayani kebutuhan obat-obatan ataupun konsultasi pasien Covid-19 yang sedang menjalani Isoman," lanjutnya. (reza zurifwan)