Perempuan Dominasi Kasus Covid-19 di Garut

Perempuan Dominasi Kasus Covid-19 di Garut
Foto: Zainulmukhtar



INILAH, Garut - Kasus pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Garut didominasi kalangan perempuan. Pun pasien meninggal dunia terpapar penyakit disebabkan virus severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) itu juga kebanyakan perempuan.

Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut, akumulasi pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Garut hingga 17 Juli 2021 mencapai sebanyak 22.173 orang. Dari jumlah tersebut sebanyak 12.694 orang di antaranya perempuan. Sedangkan, laki-laki mencapai sebanyak 9.479 orang. 

Padahal, jika melihat data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Garut, hingga semester II 2019 populasi penduduk Kabupaten Garut didominasi laki-laki. Dari populasi penduduk Garut sebanyak 2.284.418 jiwa, jumlah laki-lakinya mencapai sebanyak 1.168.329 jiwa (51,14%). Sedangkan, perempuan mencapai sebanyak 1.116.089 jiwa (48,86%).


Kalangan lanjut usia (lansia) berumur 60 tahun ke atas terpapar Covid-19 dan pasien positif Covid-19 meninggal dunia juga didominasi kalangan perempuan. Dari total lansia yang terinfeksi Covid-19 sebanyak 2.935 orang itu sebanyak 1.469 orang di antaranya perempuan, dan sebanyak 1.466 laki-laki. 

Kemudian, dari total pasien positif Covid-19 meninggal dunia sebanyak 1.026 orang, sebanyak 552 orang di antaranya perempuan, dan sebanyak 471 laki-laki. Anak anak berusia satu hari sampai 17 tahun yang terpapar Covid-19 juga kebanyakan kalangan perempuan. Dari akumulasi anak anak positif Covid-19 sebanyak 2.428 orang, sebanyak 1.266 orang di antaranya perempuan, dan sebanyak 1.162 laki-laki.

Koordinator Bidang Data dan Informasi Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut Agus Ismail menyebutkan, kemungkinan dominannya perempuan dalam kasus Covid-19 karena tingkat imunitas perempuan berada di bawah laki-laki. Selain itu, tingkat kekhawatiran perempuan juga lebih tinggi sehingga menyebabkan stres di kalangan perempuan lebih tinggi. Akibatnya, mereka menjadi mudah terpapar Covid-19, bahkan resiko lebih tinggi meninggal dunia. 

"Kita belum memperoleh data valid mengenai hal itu, tapi mungkin juga terjadi hal demikian. Menunjukkan tingkat kerentanan pada kaum perempuan di mana tingkat imunitas perempuan berada di bawah laki-laki maupun juga tingkat kekhawatiran yang menyebabkan stress perempuan lebih tinggi. Sehingga mudah terpapar atau pun juga resiko meninggalnya lebih tinggi. Tapi hal itu perlu ada kajian lebih jauh," kata Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Garut itu. (Zainulmukhtar)