Inilah Skema Komposisi Alokasi DBHCHT 2020 Kabupaten Bandung

Inilah Skema Komposisi Alokasi DBHCHT 2020 Kabupaten Bandung



INILAH, Soreang,- Asisten Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Bandung, Marlan, S.Ip, M.Si memastikan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) telah didistribusikan kepada masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).

Ia juga memastikan pendistribusian sesuai dengan komposisi dalam pendistribusian yang diatur Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 206 tahun 2020.

Seperti diketahui, Pemerintah Kabupaten Bandung mendapat DBHCHT sebesar Rp 16.032.000.000 atau naik lebih dari Rp 2 miliar dibandingkan tahun 2019 sebesar Rp 13.586.403.000.


Marlan mengaku, di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini, kenaikan dana DBHCHT dinilai sangat menguntungkan lantaran selain untuk anggaran kesehatan juga bisa dimanfaatkan untuk pemulihan ekonomi masyarakat di Kabupaten Bandung.

"Pada tahun ini, komposisi penyaluran DBHCHT mengalami perubahan. Pada tahun-tahun sebelumnya, 50% untuk bidang kesehatan, 25% untuk bidang pemberdayaan ekonomi dan 25% untuk bidang penegakan bahan kena cukai ilegal," papar Marlan.

"Untuk saat ini kompisisinya berubah, 50% untuk pemberdayaan ekonomi, 25% untuk bidang kesehatan dan 25% untuk penegakan bahan kena cukai," sambungnya.

Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah mengubah komposisi alokasi DBHCHT pada saat menetapkan kebijakan tarif cukai hasil tembakau pada tahun 2021.

Adapun dasar hukum kebijakan tersebut mengacu pada UU Nomor 39 tahun 2007 tentang cukai, DBHCHT digunakan untuk mendanai peningkatan kualitas bahan baku, pembinaan industri, pembinaan lingkungan sosial, sosialisasi ketentuan di bidang cukai, dan pemberantasan BKC ilegal.

Selain itu, UU Nomor 9 tahun 2020 tentang APBN 2021, DBHCHT digunakan dengan prioritas pada bidang kesehatan untuk mendukung program jaminan kesehatan nasional terutama peningkatan kuantitas dan kualitas layanan kesehatan dan pemulihan ekonomi daerah.

Mengikuti aturan tersebut, Marlan pun menyampaikan bahwa Pemkab Bandung pada tahun 2021 mengalokasikan DBHCHT untuk kesejahteraan masyarakat sebesar 50 persen.

Rincian alokasi tersebut meliputi Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang dikhususkan untuk buruh tani tembakau dan buruh rokok, pelatihan profesi dan bantuan modal usaha, bantuan bibit atau benih atau pupuk, dan sarana kepada petani tembakau.

Alokasi kedua diperuntukan bidang kesehatan sebesar 25 persen yang meliputi bantuan iuran JKN, peningkatan kesehatan masyarakat, upaya penurunan angka prevelensi stunting dan upaya penanganan Covid-19, dan sarana dan prasarana fasilitas kesehatan.

Sedangkan alokasi ketiga sebesar 25% untuk upaya penegakkan hukum berupa pembentukan kawasan industri hasil tembakau dan operasi bersama pemberantasan Barang Kenai Cukai Ilegal.

KOMPOSISI ALOKASI DANA BAGI HASIL CUKAI HASIL TEMBAKAU

1. Kesejahteran Sosial (50%)
    a. Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang dikhususkan untuk buruh tani tembakau dan buruh rokok.
    b. Pelatihan profesi dan bantuan modal usaha.
    c.  Bantuan bibit atau benih atau pupuk, sarana kepada petani tembakau.
    d. Program kemitraan antara petani dan perusahaan mitra

2. Kesehatan (25%)
    a. Bantuan iuran JKN.
    b. Peningkatan kesehatan masyarakat.
    c. Upaya penurunan angka prevelensi stunting dan upaya penanganan Covid-19.
    d. Sarana dan prasarana fasilitas kesehatan.

3. Penegakan Hukum (25%)
    a. Pembentukan kawasan industri hasil tembakau.
    b. operasi bersama pemberantasan Barang Kenai Cukai Ilegal. (Adv)