Gawat, Pupuk Bersubsidi di Kuningan Terancam Tidak Dapat Penuhi Kebutuhan Petani

Gawat, Pupuk Bersubsidi di Kuningan Terancam Tidak Dapat Penuhi Kebutuhan Petani



INILAH, Kuningan,- Gawat, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, memperkirakan alokasi pupuk subsidi diperkirakan tidak akan mencukupi kebutuhan para petani, mengingat di daerah itu para petani bisa melakukan tanam padi hingga tiga kali.

"Total kuota pupuk subsidi kita baik organik maupun non organik diangka 80 ribu ton, dan diperkirakan tidak akan mencukupi kebutuhan," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan Ukas Suharfaputra di Kuningan, Rabu.

Menurutnya alokasi pupuk subsidi di Kabupaten Kuningan pada tahun 2021 ini hanya 80 ribu ton dan itu berupa organik maupun non organik.


Padahal lanjut Ukas alokasi itu tidak akan bisa mencukupi kebutuhan para petani, karena elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) hanya dua kali masa tanam, padahal para petani dapat menanam hingga tiga bahkan empat kali dalam setahun.

Dengan kondisi kuota yang terbatas membuat dirinya hanya berfokus dalam hal distribusi, agar para petani dapat mendapatkan pupuk subsidi.

"Kalau kita fokus untuk distribusinya, agar dapat merata ke seluruh Kabupaten Kuningan, meskipun dapat dipastikan akan kurang," tuturnya.

Ia menambahkan dengan terus dikuranginya kuota pupuk subsidi dan mahalnya non subsidi, maka pihaknya mulai tahun 2021 berupaya melatih para petani untuk beralih menggunakan pupuk organik, agar mereka tidak tergantung pada pupuk subsidi.

Ukas mengatakan program peralihan penggunaan pupuk kimia ke organik saat ini sedang berjalan di 16 Unit Pelaksana Teknis (UPT) pertanian yang tersebar di Kabupaten Kuningan.

Menurutnya program ini memang perlu waktu yang tidak sebentar, mengingat petani saat ini sudah sangat tergantung dengan penggunaan pupuk kimia.

Untuk itu, pihaknya mencoba mencontohkan secara langsung perbedaan antara padi yang menggunakan pupuk kimia dan pupuk organik, agar para petani bisa melihat langsung perbandingannya.

"Kita membuat percontohan dan perbandingan antara padi yang menggunakan pupuk kimia serta padi dengan pupuk organik," katanya.(antara)