PJJ Berlanjut, SMAN 5 Bandung Bakal Bangun Studio Ruang Kelas

PJJ Berlanjut, SMAN 5 Bandung Bakal Bangun Studio Ruang Kelas
Foto: Okky Adiana



INILAH, Bandung - Meluasnya wabah Covid-19 memaksa pemerintah untuk menutup sekolah-sekolah dan mendorong diadakannya pembelajaran jarak jauh (PJJ) dari rumah. Berbagai cara dilakukan untuk memastikan bahwa kegiatan belajar tetap berlangsung.

Terkait hal itu, Kepala SMAN 5 Bandung Heru Ekowati mengatakan terkait PJJ pihaknya sudah menyiapkan salah satu ruang kelas seperti studio. Teknisnya, guru mengajar di ruang kelas yang kosong dan siswa bisa memperhatikan guru yang mengajar dari rumah.

"Rencana kami seperti itu, tapi kami tidak mungkin semua. Bertahap karena sarana dan prasarana yang kami siapkan tidak mungkin mampu bisa langsung sebanyak kelas itu," ujar Heru saat memantau siswa-siswi SMAN 5 Bandung divaksin, Rabu (14/7/2021).


Dia menginginkan, siswa-siswinya bisa paham dan maksimal dalam pembelajarannya. Misalnya, guru melakukan demonstrasi pelajaran Kimia, Fisika, dan guru pun melakukan percobaan-percobaan.

"Dari sana, maka akan lebih memahami. Hari ini ada workshop secara virtual, jadi kami mendatangkan tim di kurikulum, juga motivator dan psikolog. Bagaimana memahami anak, kualitas belajar, supaya seperti A, B, C dan sebagainya, itu yang kami lakukan. Hal ini untuk memberikan motivasi, ini loh langkah anak itu, sehingga dalam penanganan pembelajaranpun akan bervariasi," paparnya.

Selain itu, kata Heru, untuk menangani kejenuhan anak SMAN 5 Bandung tidak melakukan zoom setiap harinya, akan tetapi melakukan modul dan anak-anak bisa belajar melalui modul tersebut.

"Pada saat zoom, guru membahas, dimana anak memberi kelemahan dan kekurangan dan ketidakmampuan untuk materi tersebut. Makanya ada dilakukan praktikum, yang sederhana, yang bisa disiapkan oleh anak dirumah, maka guru memantau melalui zoom itu," ucap Heru.

Terkait vaksinasi untuk siswa-siswi SMAN 5 Bandung, pihaknya sudah memberikan link kepada siswa-siswi tersebut. Ada yang diizinkan oleh orangtuanya untuk vaksin dan ada juga yang tidak diizinkan.

"Masih ada orang tua yang khawatir dan tidak mengizinkan, sehingga kita pun tidak bisa memaksa," pungkas Heru. (Okky Adiana)