Usai Dieksekusi, Buronan Kejagung Bakal Diperiksa Dugaan Penipuan Rp13 M

Usai Dieksekusi, Buronan Kejagung Bakal Diperiksa Dugaan Penipuan Rp13 M



INILAH, Bandung- Usai ditangkap setelah 15 tahun buron. Terpidana pembobol Bank Mandiri senilai Rp 120 miliar, Yosep Tjahjadjaja kembali akan diperiksa terkait dugaan laporan penipuan sebesar Rp 13 miliar. 

Dir Reskrimsus Polda Jabar Kombes Pol CH Patoppoi mengatakan pihaknya akan tetap mengusut dugaan tindak pidana penipuan yang dilakukan Yosep. Namun karena saat ini yang bersangkutan positif Covid-19, pengusutan akan dilakukan setelah dia dinyatakan sehat. 

"Nanti kalau sudah negatif COVID-19 dan dieksekusi ke Lapas, penyidik akan mengambil keterangan yang bersangkutan," katanya saat dikonfirmasi, Rabu (14/7/2021). 


Sebelum diringkus Polda Jabar menerima laporan pada Juli 2020 terkait dugaan penipuan. Di sisi lain, Yosef juga merupakan buronan Kejagung. Polda pun berkoordinasi dengan Kejagung yang akhirnya bisa ditangkap pekan lalu. 

Menurutnya, laporam yang diterima Polda Jabar berkaitan dengan Yosep terkait dugaan penipuan kerjasama bisnis. Namuan kerjaan yang ditawarkan Yosef ternyata fiktif dan KTP yang digunakannya pun palsu. 

"Dari laporan korban mengalami kerugian mencapai Rp 13 miliar," ujarnya. 

Sebelumnya, buron Yosef Tjahjadjaja, yang merugikan keuangan negara senilai Rp 120 miliar, ditangkap siang tadi di rumah sakit di kawasan Pondok Bambu, Jakarta Timur. Yosef ditangkap usai 15 tahun menjadi buron.

"Tim intelijen Kejagung RI bersama tim Ditreskrimum Polda Jawa Barat serta Tim Intelijen Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat berhasil mengamankan terpidana tindak pidana korupsi yang masuk DPO Kejari Jakpus, Yosef Tjahjadjaja, terpidana dalam perkara tindak pidana korupsi pembobolan Bank Mandiri Cabang Mampang Prapatan-Jakarta yang menyebabkan kerugian keuangan negara cq. Bank Mandiri cabang Mampang Prapatan Jakarta sebanyak Rp 120 miliar," kata Kapuspenkum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak. 

Diketahui pada 26 Juli 2004, Yosef Tjahjadjaja telah divonis 11 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus). Vonis dibacakan ketua majelis hakim Suripto.

Hakim menyatakan Yosef terbukti secara sah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama pada Bank Mandiri cabang Mampang Prapatan, Jakarta, yang mengakibatkan kerugian Rp 120 miliar. (Ahmad Sayuti)