Inilah Cara Humanis Satpol PP Kota Bogor Tertibkan Pedagang Saat PPKM Darurat

Inilah Cara Humanis Satpol PP Kota Bogor Tertibkan Pedagang Saat PPKM Darurat
istimewa



INILAH, Bogor - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor melakukan penertiban pedagang secara humanis saat melakukan operasi penerapan PPKM Darurat di sejumlah ruas jalan di kota hujan. Dalam setiap operasi yang dilakukan, selain mengingatkan para pedagang untuk tidak menyediakan makan di tempat, juga menyosialisasikan aturan-aturan dalam PPKM Darurat dan pedagang diberikan sembako hasil donasi masyarakat Kota Bogor.

 

Operasi penertiban kerap dipimpin langsung oleh Kepala Satpol PP Kota Bogor Agustian Syach. Dari informasi yang dihimpun petugas biasanya menyisir Jalan Sudirman, Pemuda, Pajajaran, Ahmad Yani, Jalak Harupat, Otto Iskandar Dinata (Otista), Suryakencana, Sukasari hingga Batutulis.


 

"Sore mas, apa kabar?, sepi ya? Sabar -sabar dulu ya. Untuk jamnya menyesuaikan saja. Boleh malam sedikit. Yang penting jangan ada makan di tempat. Sehat-sehat ya mas. Ini ada sedikit bantuan, semoga bermanfaat,” ungkap Agustian Syach dalam rekaman video yang dirilis media sosial Satpol PP Kota Bogor pada Selasa (13/7/2021).

 

Lebih lanjut, Agus mengatakan, sosialisasi dan pemberian bantuan ini sebagai bentuk perhatian bagi para pedagang kecil, adanya PPKM Darurat ini secara tidak langsung berdampak kehidupan mereka. 

 

"Ya, sepi karena pembatasan-pembatasan. Operasi semacam ini akan terus dimaksimalkan di titik-titik lainnya selama penerapan PPKM Darurat. Memang belum menjangkau semua, tapi kami terus maksimalkan. Misalnya hari ini di kecamatan ini, nanti di kecamatan mana lagi," tambahnya.

 

Agus menjelaskan, dalam sosialisasinya, jika selama ini semua pedagang diwajibkan tutup sampai jam 20.00 WIB, namun khusus pedagang yang baru menggelar dagangannya sore hari diberikan keringanan jam operasional.

 

"Ada kebijakan dari Pak Wali, Pak Kapolresta dan Pak Dandim. Yang selama ini pedagang hanya boleh berjualan sampai pukul 20.00 WIB dengan take away, pimpinan melihat ada kesulitan ekonomi warga yang mungkin harus dibantu, jadi ada kebijakan untuk para pedagang boleh berjualan, tapi tetap penekannya tidak boleh makan di tempat," jelasnya.

 

Ia menerangkan, pihaknya juga paham dengan pembatasan dibanyak sektor, mereka pasti terdampak. Minimal bisa membantu meringankan beban mereka, terutama bagi pedagang-pedagang yang baru mulai buka sore hari, yang siang hari mereka tidak berjualan. 

 

"Kalau pukul 20.00 WIB tutup, maksimal cuma dua hingga tiga jam mereka operasional. Kasihan juga kan.

Kecuali, saat sudah diberikan kelonggaran tapi ada pedagang yang menyediakan makan di tempat, itu akan ditindak tegas. Jika kami sudah perbolehkan tapi ternyata pedagang itu malah menyediakan makan di tempat, kamk akan tindak tegas. Jadi kami hadir dengan ketegasan tapi juga humanis," pungkasnya.

 

Salah satu pedagang, Anto mengaku kaget dengan kedatangan petugas Satpol PP ke tempatnya. 

 

"Kaget lah pasti. Saya kira mau disuruh tutup, padahal baru buka sore. Ternyata dikasih sembako, terus tadi bapaknya bilang jangan ada yang makan di tempat, harus dibungkus," terangnya. (rizki mauludi)