Industri Film Nasional Kekurangan Penulis

Industri Film Nasional Kekurangan Penulis
istimewa



INILAH, Bandung-Sedang bergeraknya industri film dari platform konvensional seperti bioskop ke platform digital membuat ekosistem film semakin ramai. Menurut pelaku industri film, Indonesia masih kekurangan penulis naskah yang kompeten. Regenerasi penulis diperlukan agar ada penyegaran di industri perfilman. Ini juga penting untuk keberlanjutan ekosistem film.

CEO Wahana Kreator Nusantara Salman Aristo menuturkan tidak banyak orang yang memenuhi kriteria sebagai penulis naskah film layar lebar. Tidak semua penulis naskah dapat memproyeksikannya.

"Jangankan yang kompeten, industri film masih kekurangan sumber daya manusia sebagai penulis naskah film," ucap Salman menjawab pertanyaan INILAHCOM dalam preskon virtual MAXscript Class Awards 2020.


Indonesia dinilai belum punya banyak penulis skenario yang baik. Padahal, penulisan skenario menjadi salah satu faktor penting agar industri film Indonesia bisa bersaing. Ia pun kesulitan mencari orang-orang yang kompeten

"Ekosistem film yang baik terdiri atas beberapa mata rantai, yaitu investasi, produksi, distribusi, dan edukasi. Kita masih kurang sekali di aspek edukasi sehingga jalannya ekosistem film menjadi pincang. Dengan edukasi, kita bisa melakukan regenerasi penulis naskah," tambah Salman.

Untuk mendorong regenerasi penulis dan eksplorasi ide segar, Telkomsel melalui platform Maxstream membuat program penulisan naskah bertajuk MAXscript Class awards 2020. Submisi karya dibuka pada 28 Oktober-24 November 2020.

Bersama para mentor yang terdiri atas sutradara dan penulis telah memilih 10 naskah terbaik. Naskah terpilih akan diangkat menjadi film oleh para sutradara. Sutradara itu diantaranya Salman Aristo,Gina S Noer, Yandy Laurens dan lainnya.

Adapun ke-10 orang peserta terbaik, yaitu Wahid Rahman (Kita/Kami), Salman Hakim (Kari), Qathrunnada Fakhrina (Dalam Diam), Muhammad Ahdiar Syaifan (Untitled), May Risky Samosir (Purnama Kedua Belas), Iqbal Alfajri (Pesawat Tangguh), Grace Wijaya (Kenangan di Bioskop), Aulia Hakim (The Syndicate), Ariel Febriba Niswar (Instamama), Kurnia Cahya Putra (Baur Semesta). Dari kesepuluh peserta terbaik ini telah terpilih tiga ranking terbaik dengan total hadiah senilai Rp150 juta, yakni Salman Hakim, Aulia Hakim, dan Kurnia Cahya Putra.

Vice President Digital Lifestyle Telkomsel Nirwan Lesmana berharap menemukan ide-ide segar di kompetisi ini. Ia pun berharap ajang ini bisa mendorong publik untuk tetap berkarya saat pandemi Covid-19. (inilah.com)