Apabila Mendesak, Warga Dipersilahkan Buka Penyekat Jalan

Apabila Mendesak, Warga Dipersilahkan Buka Penyekat Jalan
Kepala Unit Pendidikan dan Rekayasa (Dikyasa) Satuan Lalu Lintas Polrestabes Bandung AKP Asep Kusmana. (yogo triastopo)



INILAH, Bandung - Polrestabes Bandung memastikan warga tetap bisa melewati ruas jalan di area penyekatan jika dalam kondisi darurat. Warga hanya tinggal berkoordinasi dengan petugas yang ada di lapangan.

Kepala Unit Pendidikan dan Rekayasa (Dikyasa) Satuan Lalu Lintas Polrestabes Bandung AKP Asep Kusmana, tidak memungkiri apabila penyekatan jalan masih menjadi kendala di mata masyarakat.

“Di titik penutupan jalan masih ada masyarakat yang belum sadar, dan berusaha menerobos penutupan dengan alasan tidak jelas. Namun untuk alasan yang jelas, kita buka dan memperbolehkan untuk masuk. Misalnya membawa orang sakit, kemudian warga setempat,” kata Asep, Selasa (13/7/2021.


Apabila di lokasi penyekatan jalan tidak ada petugas, warga dipersilahkan membuka pembatas. Selama dalam kondisi sangat darurat, urusan kesehatan, dan terkait keselamatan jiwa.

“Namun kita juga menugaskan beberapa petugas di titik yang rawan. Apabila ada yang sangat urgent untuk melintas bisa meminta bantuan,” ucapnya.

Menurutnya, bagi masyarakat yang ingin mencari informasi atau berkoordinasi terkait penyekatan jalan bisa menghubungi nomor telepon 110. Nantinya informasi akan disampaikan ke operator lalu lintas.

“Kalau memerlukan informasi, ada layanan polisi 110. Nanti akan disampaikan ke operator lalu lintas melalui HT (handy talky) kepada petugas di titik yang menjadi masalah,” ujar dia.

Asep mengaku, pihaknya telah menindaklanjuti laporan terkait adanya pungutan liar (pungli) oknum warga. Oknum tersebut sengaja membuka pembatas dan menarik uang dari pengendara yang melintas.

“Sudah kita tindaklanjuti seperti di wilayah Dago dan Jalan Braga. Kita tangkap dan periksa di Polsek. Mudah-mudahan jadi efek jera buat yang lainnya,” jelasnya.

Meski begitu, dia tidak memungkiri apabila masih ada oknum yang "kucing-kucingan" mencari waktu saat petugas lengah membuka pembatas. Dirinya mengimbau agar warga aktif melaporkannya.

“Beberapa informasi sudah masuk ke Kepolisan, itu terjadi saat malam hari. Ini dimanfaatkan orang tidak bertanggungjawab untuk mengutip,” ujar dia.

Hal senada juga diungkapkan Kepala Bidang Pengendalian dan Ketertiban Transportasi (PDKT) Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung, Asep Kuswara. Dia berharap masyarakat dapat bekerja sama.

“Mari sama-sama ikuti aturan yang ada. Kalau kebutuhannya jelas dan penting, silahkan lapor kepada petugas. Kalau tidak ada petugas, silahkan buka tapi ditutup lagi saja,” kata Asep.

Menurut dia, sejak PPKM Darurat pada 3 Juli lalu. Mobilitas di Kota Bandung berkurang sebesar 17 persen.

Beserta kepolisian dan TNI, pihaknya terus berupaya menekan laju mobilitas meminimalisir interaksi.

“Biasanya kita pantau melalui traffic counting itu 100 persen, dan setelah ada penutupan sekarang itu aktivitas menurun 17 persen,” ucapnya.

Asep mengungkapkan, saat ini kepadatan kendaraan terjadi pada saat jam penyekatan ruas jalan hendak dimulai. Karena pengendara masih menunggu jalan yang akan digunakan sebagai jalur alternatif perlintasan.

“Jadi penumpukan itu karena mereka menunggu jalur mana yang akan dibuka. Di situ Dishub dan Satlantas masuk untuk mencairkan agar tidak terjadi kemacetan dengan merekayasa jalan,” ujar dia. (yogo triastopo)