PT Pupuk Kujang Cikampek Berikan Bantuan 4 Ton Oksigen ke Kota Bogor

PT Pupuk Kujang Cikampek Berikan Bantuan 4 Ton Oksigen ke Kota Bogor
Foto: Rizki Mauludi



INILAH, Bogor - PT Pupuk Kujang Cikampek memberikan bantuan oksigen medis kepada Pemkot Bogor melalui RSUD Kota Bogor untuk penanganan Covid-19. Bantuan tersebut diterima Wali Kota Bogor Bima Arya di RSUD Kota Bogor, Selasa (13/7/2021).

"Ya, Alhamdulillah, hari ini RSUD Kota Bogor mendapatkan bantuan oksigen dari PT Pupuk Kujang Cikampek, volumenya 3-4 ton," kata Bima.

Bima melanjutkan, saat ini merupakan hari-hari dimana semua menghadapi kondisi siaga karena kelangkaan stok oksigen. Segala ikhtiar diupayakan Pemkot Bogor untuk pengadaan tambahan oksigen. 


"Salah satunya melalui jalur Krakatau Steel yang sudah berjalan dua kali dengan volume kurang lebih 100 tabung. Selain itu ada ikhtiar dari Gerakan Anak Negeri yang menerima isi ulang tabung kosong oksigen yang digalang di Graha Pena Bogor, termasuk meminta bantuan kepada berbagai pihak," tambahnya.

Bima menjelaskan, bantuan oksigen dari PT Pupuk Kujang Cikampek, sangat membantu mengingat persediaan yang ada semakin menipis dan bantuan oksigen yang diterima diakuinya akan habis dalam hitungan hari saja. 

"Apresiasi disampaikannya kepada PT Pupuk Kujang atas CSR bantuan oksigen, karena sangat membantu untuk menyelamatkan banyak pasien yang membutuhkannya," jelasnya.

Sementara itu, Vice Presiden Komunikasi PT Pupuk Kujang Cikampek Ibrahim Herlambang menyampaikan pihaknya berupaya membantu ke seluruh wilayah Jabar. Seiring berjalannya waktu, bantuan yang dikirim akan dilihat dari skala prioritas.

"Sesuai dengan yang dikatakan Pak Wali, warga kesulitan mencari oksigen karena stoknya yang menipis dan susah mendapatkannya. Jadi berapa pun stok yang ada sangat berarti dan kami prioritaskan bagi yang benar-benar membutuhkan," kata Ibrahim yang didampingi Direktur PT Gasindo Andalan Sukses Ricky Shutanto.

Sedangkan, Dirut RSUD Kota Bogor Ilham Chaidir menyampaikan bantuan oksigen yang diterima bisa bertahan tidak lebih dari dua hari. 

"Rencananya akan digunakan untuk perawatan pasien Covid-19 yang berada di blok II dan blok III RSUD Kota Bogor," ujarnya. (Rizki Mauludi)