Belum Berjalan Efektif Oded Akan Evaluasi Penyekatan Jalan

Belum Berjalan Efektif Oded Akan Evaluasi Penyekatan Jalan



INILAH, Bandung - Wali Kota Bandung Oded M Danial mengakui, bahwa mobilitas warga pada masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat masih tinggi. 

Dia mengatakan, mobilitas warga Kota Bandung baru menurun kurang dari 10 persen selama satu pekan berjalannya PPKM darurat. Dirinya menilai, ada sejumlah persoalan terkait pandemi. 

"Persoalan pertama, urusan mobilitas masyarakat yang masih sangat tinggi, kemudian urusan ketersediaan oksigen, lalu bed occupancy rate (BOR) juga paling krusial," kata Oded pada Selasa (13/7/2021). 


Persoalan mobilitas warga yang masih tinggi, pihaknya bersama Polrestabes Bandung akan melakukan evaluasi untuk mengkaji penyekatan jalan dengan cara buka tutup yang dilakukan saat ini. 

"Saya akan berdiskusi dengan pak kapolrestabes, untuk dikaji penyekatan jalan. Karena dari awal yang namanya buka-tutup jalan, Kota Bandung sudah menjadi percontohan dan sangat efektif dari dulu," ucapnya.

Oded pun mengaku telah menginstruksikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung Ema Sumarna, yang juga Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Bandung mengevaluasi hal tersebut di tataran teknis.

"Nanti dievaluasi juga di tataran teknis dengan Polrestabes dalam hal ini dengan Kasatlantas dan Dinas Perhubungan (Dishub) di kita," ujar dia. 

Terkait BOR Kota Bandung yang dinilai cukup tinggi, dia menyebut ada banyak rumah sakit yang bukan hanya milik Pemkot Bandung. Tetapi swasta dan nasional yang menjadi rujukan rumah sakit penanganan covid-19.

"Karena itu, akhirnya yang datang banyak yang dari luar Kota Bandung. Terlebih keseharian di Kota Bandung itu penduduknya 2,5 juta kalau malam hari, siang hari mencapai 4 juta, ini juga berpengaruh," jelasnya. (Yogo Triastopo)