Pasien Positif dan Meninggal di Garut Berkurang Berkat PPKM Darurat

Pasien Positif dan Meninggal di Garut Berkurang Berkat PPKM Darurat
istimewa



INILAH, Garut-Bupati Garut Rudy Gunawan mengklaim pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kabupaten Garut berdampak signfikan terhadap penurunannya kecaman zona merah, jumlah konfirmasi positif, dan kematian akibat Covid-19.

Karenanya, dia menegaskan pihaknya akan mengoptimalkan delapan hari tersisa pelaksanaan PPKM Darurat agar angka positif Covid-19 maupun kematian akibat Covid-19 terus menurun. Sehingga PPKM Darurat pun tak perlu diperpanjang melainkan cukup hingga 20 Juli 2021 seusai jadwal.

"Kalau di Garut, sebenarnya zona merahnya berkurang (di) kecamatan. Jadi, ada pengurangan empat kecamatan zona merah, dan juga pengurangan tingkat desa dan juga kelurahan," kata Rudy usai Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil secara virtual di Gedung Command Center Garut, Senin (12/7/2021).


Dia menyebutkan, angka kematian yang semula tinggi pun menjadi berkurang saat ini setelah ada PPKM Darurat.

Rudy juga berharap PPKM Darurat di Garut cukup sampai 20 Juli dan Pemerintah menghentikan kebijakan PPKM Darurat tersebut karena ada persoalan sosial lain harus diperhatikan selepas itu. Namun dia tak memerinci persoalan sosial dimaksudnya. 

Berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Garut dilansir Dinas Komunikasi dan Informatika setempat, selama periode 5-11 Juli 2021, kecamatan zona merah covid-19 di Garut mencapai sebanyak 20 kecamatan. Jumlah tersebut berkurang lima kecamatan dari periode sebelumnya, 28 Juni-4 Juli 2021 yang mencapai 25 kecamatan. 

Ada sebanyak tujuh kecamatan sebelumnya masuk zona merah berisiko tinggi terjadi penularan Covid-19 menjadi zona oranye berisiko sedang, yakni Kecamatan Cisewu, Bayongbong, Cigedug, Wanaraja, Balubur Limbangan, Kersamanah, dan Kecamatan Malangbong.

Akan tetapi bersamaan itu, terdapat dua kecamatan lain yang justeru masuk zona merah dari sebelumnya berstatus zona oranye. Yakni Kecamatan Banjarwangi dan Kecamatan Samarang.

Selain itu, sayangnya, Kecamatan Singajaya yang sebelumnya zona kuning, kini masuk zona oranye. Sehingga kecamatan zona oranye di Garut bertambah menjadi sebanyak 22 kecamatan. 

Dari seluruh kecamatan di Kabupaten Garut berjumlah 42 kecamatan, tak ada satu pun kecamatan berstatus zona kuning berisiko rendah terjadi penularan Covid-19, apalagi zona hijau yang tak ada risiko penularan Covid-19. 

PPKM Darurat sendiri berlangsung sejak 3 Mei 2021. 

Berdasarkan data, kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Garut hingga 12 Juli 2021 mencapai sebanyak 1.970 kasus. Sebanyak 498 kasus masih dalam isolasi perawatan rumah sakit, dan sebanyak 1.472 kasus masih menjalani isolasi mandiri.(zainulmukhtar)