Polisi Tegaskan Tidak Ada Pungli di TPU Cikadut

Polisi Tegaskan Tidak Ada Pungli di TPU Cikadut
Foto: Syamsuddin Nasoetion



INILAH, Bandung - Polrestabes Bandung menegaskan tidak ada praktik pungutan liar (pungli) oleh PHL TPU Cikadut terhadap keluarga jenazah pasien Covid-19 yang dimakamkan di sana. 

Seperti diketahui Pemkot Bandung langsung memecat seorang PHL setelah adanya pengakuan dari ahli waris jenazah Covid-19 yang dimintai sejumlah uang saat proses pemakaman di TPU Cikadut. 

"Tidak ada yang dilanggar, dan Bu Yunita (sudah) mengakui pada hari pertama diperiksa. Apalagi soal yang muslim gratis dan nonmuslim bayar tidak ada. Bu Yunita (sendiri) menyampaikan, itu tidak ada," kata Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya, usai pertemuan Polrestabes Bandung dan Pemkot di Mapolrestabes Bandung, Senin (12/7/2021). 


Untuk itu, lanjutnya, pihaknya masih terus mendalami dan menyelidiki soal adanya dugaan pungli. Terlebih sudah adanya kesepakatan antara warga sekitar dengan Yunita. 

"Dimana punglinya, kan itu pada saat kejadian antara masyarakat dengan saudara Yunita sudah ada kesepakatan. Karena dia memaksakan malam itu dimakamkan. Sedangkan jumlah penggali kubur kurang saat itu," ujarnya. 

Dengan memaksakan dimakamkan saat itu juga, Ulung menyebutkan, makanya ditawarkan ada masyarakat yang bisa membantu, dan yang bersangkutan menyanggupinya. Akhirnya ada kesepakatan dengan masyarakat di situ. 

"Jadi tidak ada deal dengan kepala pemakaman ataupun Pak Redi. Adapun dealnya dengan masyarakat," ujarnya. 

Kapolrespun menegaskan, adanya kesepatakan dengan masyarakat lantaran dua minggu ke belakang jumlah yang meninggal lantaran Covid meningkat. Belum lagi beberapa petugas PHL ada yang terpapar, makanya masyarakat ikut membantu. 

Untuk itu pihaknya dalam pertemuan tadi merekomendasikan penambahan personel penggali dan pengangkut jenazah. Terlebih saat kejadian yang telah dimakamkan sebanyak 40 hingga 60 jenazah. 

"Jadi hasil kesepakatan penambahan personel. Karena yang adapun terdampak Covid. Jadi dari 53 (personel) itu dibagi dua shift. Nah yang 10 orang itu terpapar," ujarnya.

Namun hingga kini pihaknya masih terus melalukan pendalaman untuk proses hukumnya. Namun dipastikan tidak ada pungli. Selain itu keluarga korban sudah menerima pengembalian uang senilai Rp2,8 juta dan sudah ada kesepakatan damai antara keduanya. (Ahmad Sayuti)