Sepekan Lebih PPKM Darurat, Petugas Masih Temukan Pelanggar Prokes

Sepekan Lebih PPKM Darurat, Petugas Masih Temukan Pelanggar Prokes
Foto: Dani R Nugraha



INILAH,Bandung - Hari kedelapan penerapan PPKM Darurat, petugas gabungan masih menemukan dua pabrik yang melanggar protokol kesehatan. 

Kapolresta Bandung Kombes Pol Hendra Kurniawan mengatakan, temuan pelanggaran tersebut terjadi pada saat Forkompimda Jawa Barat melakukan Operasi Gabungan Pengawasan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di PT Candratex Sejati dan PT Daliatex Kusuma di Kecamatan Dayeukolot, Kabupaten Bandung, Sabtu (10/7/2021) kemarin. 

"Betul tadi ada dua pabrik yang melanggar aturan selama PPKM Darurat," kata Hendra.


Dia menuturkan, kedua pabrik tersebut diberikan tindakan sanksi karena masih memperkerjakan karyawan melebihi kapasitas yang telah ditentukan selama PPKM Darurat. 

"Kedua pabrik ini karyawannya masih melebihi 50%, padahal sudah jelas di informasikan untuk pelaku usaha sektor essensial harus 50% karyawannya," ujarnya. 

Sesuai dengan aturan PPKM Darurat yang digelar pada 3-20 Juli 2021 mendatang, bagi para pelanggar maka petugas akan melakukan penindakan berupa sidang (Tipiring). 

"Dua pabrik ini akan di sidang pada hari Selasa (13/7/2021) besok,"katanya.

Lebih lanjut Hendra mengimbau kepada seluruh masyarakat khususnya para pelaku sektor essensial yang ada di Kabupaten Bandung untuk selalu mematuhi aturan yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah. 

"Marilah kita bersama patuhi PPKM Darurat saat ini, karena dengan cara ini semoga Covid 19 segera berakhir," ujarnya. 

Sementara itu, meskipun dalam kondisi PPKM Darurat namun aktivitas masyarakat pada Minggu (11/7/2021) pagi di sekitaran Munara Sabilulungan, Masjid Alfathu, Sky Wallk, Lapangan Upakarti, dan Gedung Budaya Sabululungan di Soreang terpantau ramai seperti biasanya. Warga yang berolahraga, bersantai berkelompok dan berkerumun seolah dalam keadaan normal.

Tak hanya itu saja, warga yang penasaran ingin naik ke atas Sky Wallk yang menghubungkan Masjid Al Fathu dengan Munara 99, dengan bebas bisa naik dan turun sesuka hati. Kondisi serupa juga terlihat di Lapangan Upakarti, di lapangan yang berada di dalam Komplek Pemkab Bandung itu, nampak penuh dengan aktivitas warga yang tengah olahraga pagi.

Di sana, tak ada satu orang pun petugas yang berjaga. Alhasil, kerumunan warga tetap saja terjadi. 

"Dari pagi sampai sekitar jam 11.00 WIB yah tetap saja seperti dalam keadaan normal, banyak warga yang olahraga dan bersantai. Sayangnya saya juga enggak lihat ada petugas yang berjaga-jaga dan mengingatkan warga agar tidak kerumum dan lebih baik pulang ke rumah masing-masing," kata Ade Jaja salah seorang warga yang melintas. (Dani R Nugraha)