Sepekan PPKM Darurat, Satgas BakalTingkatkan Pembatasan Mobilitas Warga Garut

Sepekan PPKM Darurat, Satgas BakalTingkatkan Pembatasan Mobilitas Warga Garut
Foto: Zainulmukhtar



INILAH, Garut - Mobilitas masyarakat di Kabupaten Garut dinilai berkurang namun belum signifikan selama berlangsung Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat selama sepekan ini. Padahal sudah ada penegakan hukum bagi sejumlah pelanggar.

Untuk itu, pembatasan mobilitas masyarakat dan hukuman atas pelanggaran yang terjadi akan terus dilakukan dan lebih ditingkatkan. 

Hal itu dikemukakan Bupati Garut Rudy Gunawan yang juga Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut usai rapat evaluasi sepekan pelaksanaan PPKM Darurat di Garut di Ruang Pamengkang Pendopo Garut Kecamatan Garut Kota, Sabtu (10/7/2021).


"Ternyata kita (dalam mobilitas masyarakat) ada pengurangan, tapi di berbagai pihak belum signifikan. Nah, ini akan kita lakukan terus gerakan-gerakan untuk membatasi kegiatan masyarakat secara profesional dan humanis," kata Rudy.

Begitu juga penegakan hukum bagi pelanggar PPKM Darurat akan ditingkatkan, katanya lagi.

Rudy menyebutkan, hasil evaluasi selama sepekan PPKM Darurat juga menunjukkan adanya peningkatan jumlah kematian pasien positif Covid-19, namun jumlah terkonfirmasi positif Covid-19 menurun.

Pihaknya akan melakukan langkah-langkah strategis dan mencari solusi penanganannya. Isolasi mandiri di rumah atau di tempat disediakan pemerintah daerah seperti di Rusun dan komplek Islamic Center Garut pun akan ditingkatkan kualitasnya.

Di RSUD dr Slamet Garut juga akan disiapkan sebanyak 500 bed untuk melayani pasien kasus Covid-19. Rumah sakit terbesar di Garut tersebut juga akan buka selama 24 jam. 

Volume dan akselerasi vaksinasi juga akan ditingkatkan dengan menyiapkan 30 ribu vaksin dan membuka 300 gerai tersebar di Kabupaten Garut. 

Berkaitan tingginya angka kematian kasus Covid-19 di Garut, Rudy meminta seluruh warga Garut tetap  melaksanakan protokol kesehatan diikuti pembatasan kegiatan untuk melindungi semunya dari penularan Covid-19. Terlebih ada varian-varian baru yang setiap saat mengancam.

"Kami memohon maaf kepada masyarakat dengan adanya pembatasan-pembatasan yang menghadirkan ketidaknyamanan di masyarakat. Tetapi ini demi kepentingan kita semua, demi kemanusiaan dan demi keselamatan," ujarnya.

Pantauan INILAH, melewati sepekan PPKM Darurat, Satgas Covid-19 tampak kian gencar melakukan berbagai upaya pembatasan mobilitas masyarakat. Penyekatan ruas-ruas jalan terus diperbanyak dan diperluas, terutama akses-akses menuju kawasan pusat Kota Garut. Termasuk sejumlah ruas jalur tikus atau jalan alternatifnya.

Tak cukup dengan itu, listrik penerangan jalan umum (PJU) di sejumlah ruas jalan di kawasan kota juga dilakukan pemadaman selepas petang, sejak Jum'at (9/7/2021). Pemadaman PJU bahkan berlangsung sejak perbatasan Kecamatan Tarogong Kaler dengan Kecamatan Banyuresmi, mulai pertigaan Gobing-Jalan By Pass. 

Tak ayal, beragam respon dan komentar bermunculan. Selain semakin tak tersedianya ruang bagi warga mencari penghidupannya, dikhawatirkan pemadaman PJU tersebut malah mengundang kerawanan aksi kejahatan. (Zainulmukhtar)