HIPMI Serahkan 355 Paket Sembako Untuk Warga Isoman dan Terdampak PPKM Darurat

HIPMI Serahkan 355 Paket Sembako Untuk Warga Isoman dan Terdampak PPKM Darurat
istimewa



INILAH, Bogor - BPC Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Bogor memberikan 355 paket sembako ke posko logistik Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor di gedung Wanita, Kecamatan Bogor Tengah pada Sabtu (10/7/2021) siang. Diketahui paket sembako ini diperuntukkan bagi warga yang tengah Isolasi Mandiri (Isoman) dan warga yang tidak mampu terdampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

 

"Iya, kami dari hipmi pada hari ini menyerahkan paket bantuan berupa sembako sebanyak 355 paket. Seperti diktahui HIPMI itu organisasi pengusaha yang lebih fokus kepada bagaimana kami membantu masyarakat pelaku usaha dari mulai awal Covid-19 sampai saat ini kami terus memberikan bantuan pelatihan kepada UMKM bagaiamana mempertahankan usaha," ungkap Wakil Ketua BPC HIPMI Kota Bogor Marwan Suherwan kepada wartawan usai penyerahan.


 

Marwan melanjutkan, kemudian atas inisiasi ketua umum kemarin pihaknya mengumpulkan donasi dan terkumpul 355 paket. Paket ini terdiri dari telur, beras, minyak dan susu.

 

"Iya jadi kami dari sisi pengusaha untuk UMKM, kami lebih fokus ke bagaiaman caranya UMKM bisa bertahan. Kami memberikan pelatihan pelatihan online dari berbagai sumber dan materi. Fokus kami bagaimana pengusaha trus bergerak, ekonomi jalan, bisa terus bertahan bahkan bisa mencari peluang dimasa kondisi sekarang," terangnya.

 

Ditempat yang sama, Koordinasi Logistik Posko Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor, Muzakkir mengatakan, jadi pihaknya membuat posko logistik PPKM Darurat, jadi pihaknya menggugah masyarakat baik pengusaha bahkan masyarakt umum untuk saling membantu jadi bantuan dikirim ke posko ada dua kategori, kategori yang sudah dibuatkan paket atau katrgori yang masih karung-karungan.

 

"Ya, jadi beras, minyak, segala macam yang belum dipacking kami juga bisa terima. Tapi memang kami menyarankan masyarakat yang mau bantu sudah dalam bentuk packing paket, itu lebih mudah, karena masuk ke kami dan kemudian ada permintaan dari kelurahan, bisa langsung distribusikan," ungkapnya.

 

Muzakkir melanjutkan, dari data yang ada, sekitar 67 persen sydah dalam bentuk paket. Jadi per hari ini kurang lebih ada 6.500 paket, dari kemarin yang sudah ambildari kelurahan sudah lebih dari 2.000 paket. 

 

"Jadi memang kami dahulukan paket ini untuk para Isoman yang sangat membutuhkan dari setiap kelurahan, kedua kami juga memprioritaskan masyarakat tidak mampu yang terkena dampak PPKM Darurat atau benar benar sangat membutuhkan. Nah jadi data ini kan adanya di RT dan RW, mereka mendata warga yang membutuhkan kemudian ajukan ke kelurahan lalu ke kami, nanti ada tim dari kelurahan datang bawa data langsung kami distribusikan," bebernya.

 

Muzakkir menerangkan, mereka yang tidak membawa kendaraan, bisa dibantu dari posko satgas Covid-19 Kota Bogor dan ini murni bantuan ini dari masyarakat. Karena bentuknya bantuan, harus ada petanggung jawaban makanya dibuat sistemnya agar tidak salah.

 

"Karena sekecil apapun bantuan harus dipertanggung jawabkan. Setelah barang datang didata, kami sudah punya standar, paket harus ada bahan-bahan ini. Kalau tidak nanti digabungkan dengan yang ada," pungkasnya. (rizki mauludi)