Kota Bandung Akan Kucurkan Bantuan Tunai Untuk Non DTKS

Kota Bandung Akan Kucurkan Bantuan Tunai Untuk Non DTKS
istimewa



INILAH, Bandung - Bantuan sosial tunai (BST) akan dikucurkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung di masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat periode Juli-Agustus. Bantuan sosial tersebut diberikan melalui rekening. 

 

Kebijakan program tersebut tertuang pada Peraturan Wali Kota Bandung nomor 70 tahun 2021 tentang perubahan atas peraturan Wali Kota Bandung nomor 68 tahun tentang PPKM darurat yang dikeluarkan Wali Kota Bandung, Jumat (9/7/2021). 


 

Mereka yang dapat menerima bantuan adalah masyarakat yang belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat atau Provinsi Jawa Barat

 

Pada perwal tersebut pasal 31A, Pemkot Bandung akan memberikan bantuan kepada masyarakat yang berdomisili di Bandung, tidak mampu dan miskin. Mereka yang berhak mendapatkan bantuan tidak terdaftar pada data terpadu kesejahteraan sosial (non-DTKS). 

 

"Kriteria penerima bantuan pekerja informal, berpenghasilan harian, lanjut usia di atas 60 tahun, penyandang disabilitas, masyarakat miskin yang terdampak dan terpapar covid-19," Dalam Perwal Peraturan Wali Kota Bandung nomor 70 tahun 2021.

 

Pada pasal tersebut disebutkan, calon penerima bantuan belum pernah mendapatkan bantuan program keluarga harapan (PKH), program sembako bantuan pangan non tunai (BPNT) dan BST. Serta tidak boleh menerima bantuan dobel. Dana bantuan berasal dari APBD Kota Bandung. 

 

Pada pasal 31B, calon penerima bantuan yang diusulkan didata satgas kelurahan dan kecamatan melibatkan RT dan RW. Selanjutnya data diserahkan kepada Dinas Sosial untuk diverifikasi dan divalidasi ulang. Data menjadi acuan pengusulan dan penetapan penerima bantuan. 

 

Pada pasal 31C, bantuan kepada masyarakat terdampak disalurkan secara tunai melalui lembaga perbankan sekali per satu kepala kepala keluarga. Bantuan diperuntukkan untuk bulan Juli dan Agustus. 

 

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung Ema Sumarna mengatakan, pihaknya tengah melakukan proses pendataan calon penerima bantuan sosial yang tidak terdata di DTKS dan terdampak covid-19. 

 

"Besaran bantuan untuk masyarakat per kepala keluarga tidak akan jauh berbeda dengan tahun 2020. Kita berangkat tahun lalu Rp 500 ribu. Tapi belum jadi keputusan. Gambaran Kepala Dinas Sosial ada 60 ribu warga calon penerima bantuan, tapi belum final," kata Ema. (Yogo Triastopo)