Varian Delta Masuk Kota Bandung, Dinkes Minta Warga Pergunakan Masker Ganda dan Disiplin Prokes

Varian Delta Masuk Kota Bandung, Dinkes Minta Warga Pergunakan Masker Ganda dan Disiplin Prokes
istimewa



INILAH, Bandung - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung mengindikasikan bahwa virus corona varian delta telah masuk ke Ibu Kota Jawa Barat. Masyarakat, diminta mewaspadai penyebaran virus varian baru ini.

 

Hal itu, diketahui saat Dinkes Kota Bandung mengirimkan sejumlah sampel ke Litbangkes. Dari 25 sampel dan 13 diantaranya telah selesai diteliti, sebanyak 11 sampel merupakan varian delta. 


 

"Sudah masuk varian delta ini. Varian delta ini kita ketahui dari hasil tes Litbangkes ketika terjadinya kenaikan kasus yang luar biasa ini. Kalau tidak salah 20 Juni lalu," kata Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes Kota Bandung Rosye Arosdiani pada Jumat (9/7/2021).

 

Dijelaskan dia, virus corona varian delta menjadi penyebab terjadinya lonjakan kasus covid-19 di Kota Bandung. Libur panjang Idul Fitri, hanya menjadi media dalam penyebaran virus corona. 

 

Rosye membenarkan bahwa virus corona varian delta memiliki kecepatan infeksi lebih tinggi dari varian sebelumnya. ‎Sehingga, masyarakat diharapkan lebih waspada dan tetap disiplin protokol kesehatan (prokes).

 

"Kita harus mewaspadai soal varian baru ini. Masyarakat harus disiplin prokes karena varian delta penyebarannya lebih cepat dibanding varian sebelumnya. Maka tak heran kenapa pemerintah pusat akhirnya menetapkan PPKM darurat dan lain sebagainya. Ya tak lain karena varian delta ini," ucapnya. 

 

Penggunaan masker ganda yang telah diterapkan masyarakat belakangan ini, dinilai dia cukup efektif menghindari virus varian delta. Pihaknya berharap, warga mulai menerapkan metode tersebut. 

 

"‎Karena yang delta ini, informasinya berbeda dengan yang sebelumnya. Kalau sebelumnya kan dengan masker yang biasa bisa tertahan. Kenapa harus dobel, itu memang dari WHO ya. Masker itu masih ada celah jadi harus rapat," ujar dia. 

 

Meski begitu, Rosye mengingatkan, penggunaan masker ganda atau berlapis tidak akan berguna jika tidak dibarengi dengan prokes. Penerapan 5 M adalah hal yang paling standar dan efektif. 

 

"Sebenarnya tetap harus 5 M, ‎Mencuci Tangan, Memakai Masker, Menghindari Kerumunan, Mengurangi Mobilitas, dan Menjaga Jarak. Maka kita dari Dinkes Kota Bandung tidak akan pernah bosan untuk terus mengingatkan masyarakat akan pentingnya disiplin prokes. Karena memang hal ini harus dilakukan," tandasnya. (Yogo Triastopo)