Ketangguhan Keluarga Kunci Penting Menghadapi Situasi Pandemi Covid-19

Ketangguhan Keluarga Kunci Penting Menghadapi Situasi Pandemi Covid-19
net



INILAH, Bandung - Ketangguhan keluarga menjadi kunci penting dalam menghadapi situasi pandemi seperti saat ini. Keluarga yang tangguh dinilai berperan besar dalam mencegah penyebaran penyakit.

Melihat hal tersebut, Dosen Fakultas Kedokteran Unpad Indah Amelia menyatakan keluarga merupakan support system terdekat sekaligus terbesar.

"Dalam kondisi situasi saat ini keluarga yang tangguh itu sangat penting," ujar Indah, Kamis (8/7/2021).


Indah menjelaskan, dalam pencegahan penyakit, peran keluarga meliputi pencegahan primer dan sekunder. Pencegahan primer dilakukan sebelum penyakit muncul dengan meningkatkan kesehatan anggota keluarga. Sementara pencegahan sekunder yaitu mendeteksi penyakit sejak dini agar cepat ditangani dan mencegah penyakit menyebar.

"Pencegahan primer menjadi upaya utama dalam keluarga. Jangan sampai ada anggota keluarga yang sakit. Keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam pencegahan ini. Jangan sampai ada yang sakit,” katanya.

Dalam pencegahan primer, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) penting diterapkan dengan melibatkan seluruh anggota keluarga. Dalam hal ini, orang tua harus dapat menjadi role model anak-anaknya.

“Harus dipraktikkan secara terus menerus, menjadi pola kebiasaan, dan melibatkan seluruh anggota keluarga,” ujar Indah.

Menurutnya, orang tua perlu menyiapkan akses terhadap sarana yang diperlukan untuk penerapan PHBS. Perilaku ini juga harus diterapkan di manapun berada, bukan hanya di rumah. PHBS dinilai dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas hidup serta ketahanan dari serangan berbagai penyakit.

“Jadi ini harus menjadi gaya hidup kita,” kata Indah.

Sementara itu, Dosen Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat FK Unpad Yenni Zuhairini memaparkan mengenai pentingnya nutrisi dan asupan yang tepat untuk kesehatan, terutama saat isolasi mandiri.

Yenni menjelaskan, makanan yang tidak sehat akan mengakibatkan status gizi suboptimal.  Fungsi imun pun akan terganggu sehingga risiko infeksi akan meningkat.

Menurutnya, ada tiga hal yang saling berkaitan untuk terus diperhatikan dalam meningkatkan kesehatan, yaitu manajemen stres, makan, dan aktivitas.

“Stres juga harus kita manage. Bukan hanya me-manage bagaimana makanannya, bagaimana aktivitasnya, tapi juga bagaimana stresnya,” ujar Yenni. (Okky Adiana)