Pelatih Borneo FC Akui Sulit Atur Program karena Kondisi Tak Menentu

Pelatih Borneo FC Akui Sulit Atur Program karena Kondisi Tak Menentu



INILAH, Jakarta - Tim Pelatih Borneo FC mengakui susahnya mengatur program latihan bagi para pemainnya di tengah kondisi yang tidak menentu seiring meningkatnya kasus Covid-19 yang akhirnya menyebabkan Liga 1 2021 diputuskan ditunda.

"Kami dalam situasi sulit. Sebab, saat kami mengatur program sampai pada puncaknya, justru kompetisi ditunda," kata Asisten Pelatih Borneo FC Ahmad Amiruddin, dikutip dari laman resmi klub, Rabu.

Diakui Coach Amir, sapaan akrabnya, saat ini situasinya menjadi susah, sebab tim pelatih kesulitan mengatur intensitas latihan karena kondisi yang tak menentu.


Kalaupun ada penundaan, kata dia, seharusnya PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) memberikan kepastian kapan kompetisi bisa digulirkan.

"Kalau seperti sekarang kami jadi serba salah. Sebab, tak ada kepastian kapan kompetisi digulirkan. Sebab, ini berkaitan dengan program pelatih, tak hanya Borneo FC tetapi seluruh tim peserta Liga 1 dan Liga 2," jelasnya.

Menurut dia, jajaran pelatih Borneo FC saat ini harus bekerja keras karena secara teknis mereka tak hanya memikirkan bagaimana program latihan bisa dijalankan saat kompetisi kembali mengalami penundaan.

Tim pelatih, kata Coach Amir, kini juga harus melihat bagaimana kondisi pemain dari sisi psikologis usai mengetahui kompetisi ditunda hingga Agustus mendatang.

Padahal awalnya, kompetisi Liga 1 2021 sudah bergulir pada 9 Juli mendatang dan Borneo FC mulai melakoni laga perdana menghadapi Persebaya pada 11 Juli 2021.

Kemudian, seiring merebaknya pandemi Covid-19 di Pulau Jawa, kompetisi diundur hingga akhir Juli, sampai akhirnya datang kabar lain, yakni diundur kembali menjadi Agustus mendatang.

Berdasarkan hal tersebut, Pesut Etam akhirnya memberikan libur kepada pemain beberapa waktu lalu yang tujuannya agar pemain bisa kembali "fresh" saat latihan dimulai.

"Makanya, dalam sepekan latihan pertama yang sudah berjalan sejak Selasa (6/7) lalu, fokus kami adalah melihat mentalitas pemain. Terus terang kami kasihan melihat pemain. Mereka sudah kerja keras dalam latihan, tetapi akhirnya kompetisi tak digulirkan," pungkasnya. (antara)