Tiley: Petenis Tidak Akan Mau Karantina Ketat untuk Australian Open

Tiley: Petenis Tidak Akan Mau Karantina Ketat untuk Australian Open
Ilustrasi (antara)



INILAH, Bandung - Direktur turnamen Australian Open Craig Tiley mengatakan, para petenis tidak akan mau menjalani karantina hotel selama dua minggu menjelang Grand Slam tahun depan, meski dia meyakini turnamen itu akan berjalan sesuai jadwal.

Semua petenis yang tiba di Australia untuk turnamen awal tahun ini harus menghabiskan 14 hari di karantina sebelum mereka diizinkan bermain, dan persyaratan itu dirancang untuk mencegah virus corona varian baru masuk ke negara tersebut.

Tiley mengatakan para petenis telah bermain pada turnamen di negara lain tanpa batasan ketat, sehingga menuntut mereka menjalani karantina ketat sebelum Australian Open pada Januari mendatang bakal menjadi "permintaan yang sulit".


"Apakah kelompok bermain menerima atau tidak, itu masih harus dilihat," ujar Tiley kepada radio 3AW Melbourne, dikutip dari laman resmi Reuters, Rabu.

"Pada titik ini, dalam percakapan awal kami dengan mereka, itu bukan sesuatu yang akan mereka buka, hanya karena bukan itu yang sedang mereka lakukan saat ini di seluruh dunia.

"Jika kondisi seperti sekarang, kita mungkin tidak bisa membuat mereka menerimanya."

Sementara itu Grand Prix F1 Australia dan putaran MotoGP, kedua turnamem yang akan berlangsung di negara bagian Victoria dibatalkan untuk tahun kedua berturut-turut pada Selasa, karena masalah logistik yang disebabkan oleh kontrol perbatasan.

Menteri Olahraga Victoria Martin Pakula pada Selasa mengatakan, ia yakin peluncuran vaksin di negara itu yang termasuk salah satu paling lambat di negara maju, akan dipercepat sejauh pembatasan tidak akan berdampak pada Grand Slam.

"Saya sangat yakin bahwa Australian Open akan dilanjutkan," ujar Pakula kepada wartawan.

Tiley mengatakan tur profesional telah sepakat untuk menunda menyetujui jadwal 2022 mereka hingga akhir September, untuk memungkinkan penyelenggara Australian Open mendapatkan indikasi dari pemerintah tentang persyaratan masuk yang mungkin berlaku pada Januari. (antara)