Pentingnya Menguasai Strategi Kehumasan di Era Society 5.0

Pentingnya Menguasai Strategi Kehumasan di Era Society 5.0
istimewa



INILAH, Bandung - Humas merupakan ujung tombak perguruan tinggi yang sangat penting. Peran Humas harus mendapat dukungan pimpinan perguruan tinggi secara maksimal, apalagi kontribusi humas di era society 5.0 yang menempatkan faktor manusia sebagai elemen utama sangat dinantikan manfaatnya. Untuk itu, saatnya Humas bersinergi dan berkolaborasi meningkatkan kualitas dan kesejahteraan. 

Humas Perguruan Tinggi di Indonesia Desayu Eka Surya mengatakan semakin luasnya industri kehumasan, maka semakin tinggi pula tuntutan kemampuan sumber daya manusia (SDM) untuk menguasai strategi kehumasan, sekaligus dalam platform digital. 

"Hal ini diperlukan cara-cara yang tepat dan dapat membantu kehumasan untuk dapat menjaga reputasi, terutama dalam menghindari krisis," ujar Desayu yang juga Direktur Humas dan Protokol Unikom, dalam Workshop Nasional yang bertajuk Peluang dan Tantangan Humas di era Society 5.0, secara daring melalui zoom meeting, Rabu (7/7/2021).


Dia menjelaskan, ada delapan poin alasan diperlukan Humas dalam perguruan tinggi, yakni dinamika organisasi, persolan antar organisasi, tuntutan publik terhadap kebutuhan layanan informasi, publik semakin cerdas dan semakin kritis, perkembangan teknologi kian pesat, besarnya pengaruh opini publik, pengaruh media massa, dan organisasi tidak mungkin berdiri sendiri tanpa dukungan dan citra publik.

Selain itu, berdasarkan pengalaman dan penelitian mandiri tentang penyebab keterbatasan gerak Humas di perguruan tinggi yakni, posisi Humas tidak ada dalam struktural pimpinan perguruan tinggi (PT), belum semua pimpinan PT mengetahui dan menilai penting peran dan fungsi Humas, pemilihan pimpinan dan staf Humas yang tidak tepat (baik dari keilmuan, personality dan lainnya), keterbatasan SDM atau tim kerja karena kompleksnya pekerjaan yang harus diemban oleh seorang Humas.

"Selanjutnya, terbatasnya kewenangan dan peluang Humas untuk berbicara, memberikan ide atau gagasan, keterbatasan waktu karena double job akademisi, prasarana kerja Humas yang tidak/belum difasilitasi dengan baik, dan yang terakhir beberapa tugas Humas menjadi bagian dan tanggung jawab bidang kerja lainnya di dalam organisasi tersebut," ucapnya.

Menurut Desayu, efek dari perkembangan teknologi revolusi 4.0, society 5.0 yang berkaitan dengan digitalisasi, maka Humas harus mulai mengadopsi teknologi, sehingga dapat dilakukan transformasi strategi dalam meraih publiknya. Humas di era digital membentuk pemahaman bagaimana frekuensi utama mengumpulkan data dan berbagi informasi. Implementasi kerja Humas guna memfasilitasi kebutuhan informasi publik. 

"Seperti contohnya, Humas Unikom dalam implementasi kerjanya berusaha mendokumentasi berbagai kegiatan sivitas akademika kampus, tidak hanya kegiatan yang dilakukan di tingkat universitas atau kegiatan rektorat saja, tapi semua kegiatan yang dilakukan oleh para dekanat, direktorat, fakultas, program studi, divisi, berbagai bagian kerja lainnya hingga kegiatan yang dilakukan oleh organisasi kampus," jelas Desayu.

Menurut dia, bahwa Humas yang merupakan bagian dari kajian ilmu komunikasi, maka kehumasan digital perlu dikelola dengan baik dan memperhatikan etika serta kontribusi praktis agar dapat diimplementasikan dalam kehidupan masyarakat dan melalui ketersedian SDM Humas yang memadai.

"Misal, pimpinan Humas, sekretaris, staf Humas bidang internal, staf Humas bidang eksternal, penanggung jawab keprotokolan, staf desain grafis, dan Staf IT yang dapat membantu Humas sebagai pengamat dan mengontrol hilir mudiknya berbagai opini publik melalui media social yang tidak berujung, dan seringkali tanpa dasar yang kuat dan kebenaran hingga merugikan berbagai organisasi," pungkasnya.

Sebagai catatan, workshop nasional ini diikuti para praktisi Humas perguruan tinggi, Humas pemerintahan, Humas perusahaan, para akademisi dari berbagai perguruan tinggi dan umum dari berbagai provinsi di Indoensia dan beberapa Humas dari negara jiran Malaysia.

Forum Humas Perguruan Tinggi berdiri pada Senin, (21/6/2021) di Kota Bandung. Saat ini, perguruan tinggi yang sudah bergabung ke dalam Forum Asosiasi Humas Perguruan Tinggi yaitu sebanyak 215 Perguruan Tinggi se-Indoensia, baik perguruan tinggi swasta, perguruan inggi negeri dan perguruan tinggi keagamaan Islam negeri. Diharapkan, melalui Asosiasi Humas Perguruan Tinggi Indonesia itu kualitas, jejaring, dan profesionalitas kerja Humas perguruan tinggi dapat diperjuangkan dan diwujudkan. (Okky Adiana)