Bupati  Cirebon Terjun Langsung Pantau PPKM Darurat

Bupati  Cirebon Terjun Langsung Pantau PPKM Darurat
Foto: Maman Suharman



INILAH, Cirebon - Bupati Cirebon Imron terjun langsung memantau penindakan pelanggaran prokes pada masa PPKM Darurat, Selasa (7/7/2021). Bertempat di markas Damkar Kabupaten Cirebon, Imron memantau langsung razia masker dan pelanggaran prokes lainnya. Bahkan, Imron juga ikut melakukan teguran dan sosialisasi.

"Tolong pakai masker ya. Kalau saja mematuhi prokes, tidak mungkin kan akan terkena razia. Ini untuk keselamatan kita bersama juga," ungkapnya ke salah seorang pengendara bermotor yang terjaring razia.

Kepada pengendara lainnya, Imron meminta supaya prokes yang sudah diterapkan pemerintah, dipatuhi. Hal itu untuk mencegah penularan covid di Kabupaten Cirebon yang semakin menggila. Dengan adanya PPKM darurat, diharapkan penyebaran covid bisa diminimalisir.


"Tidak sulit memakai masker kan. Kalaupun pakai, ya harus masker yang direkomendasikan kesehatan. Kalau tidak, berarti tidak mematuhi program pemerintah. Kita kita juga yang rugi. Kalau terjaring razia, harus mengeluarkan biaya denda," jelasnya.

Imron juga meminta kepada pihak Pol PP, untuk tegas menerapkan aturan, namun tetap mengedepankan humanis dan rasa kemanusiaan. Imron tidak mau Satpol PP melakukan arogansi saat melakukan razia, semisal menertibkan pedagang atau pengusaha tempat makan yang tidak menerapkan prokes.

"Silahkan Pol PP tegas dalam menerapkan aturan. Tapi jangan lupa, kedepankan sisi humanisnya. Ini supaya masyarakat juga bisa teredukasi dan lebih paham dan timbul kesadaran," pinta Imron.

Sementara itu, puluhan pelanggaran prokes dalam masa PPKM darurat, hampir didominasi oleh pelanggaran tidak memakai masker secara benar. Kebanyakan, mereka hanya memakai masker dengan cara digantung didagu, tanpa menutupi hidung. Namun ada juga pengendara kendaraan roda empat yang sama sekali tidak memakai masker, padahal sebetulnya masker tersebut ada.

Tercatat, denda yang diterapkan hanya Rp30 ribu bagi semua pelanggar prokes yang tidak memakai masker. Mereka langsung disidang tipiring oleh hakim PN Cirebon. Uang pembayaran dendanya pun langsung disetor ke BJB yang standy dilokasi.

"Awalnya saya kaget dan takut. Soalnya ada kabar bisa di denda sampai lima ratus ribu. Alhamdulillah dendanya terjangkau. Tapi cukuplah sekali ini saja, kedepan saya akan patuhi prokes," tukas salah seorang pelanggar prokes yang enggan disebutkan namanya. (Maman Suharman)