Ingat...Ini 5 Kunci Laga Italia vs Spanyol

Ingat...Ini 5 Kunci Laga Italia vs Spanyol



INILAH, London – Bagi Italia maupun Spanyol, laga semifinal ini merupakan ujian terberat. Sedikitnya ada lima kunci bagaimana memenangkannya.

Bagi Spanyol, terutama, pertandingan di Stadion Wembley, London, Selasa (6/7/2021) malam ini menjadi ujian terberatnya. Maklum, Italia menjadi salah satu tim yang impresif akhir-akhir ini.

Setelah mengatasi Swiss dan Kroasia di babak knock-out, Spanyol belum mendapat ujian melebihi musuh bebuyutannya ini. Mereka melaju setelah menang adu penalti lawan Swiss.


Italia, sebaliknya, juga berada pada posisi yang kurang lebih serupa, bahkan lebih baik. Mereka menyikat semua lawan di penyisihan grup -- Turki, Swiss, dan Wales. Mereka menang atas Austria melalui perpanjangan waktu dan kemudian menyingkitkan Belgia di perempat final.

Menyongsong laga menentukan ini, setidaknya ada lima faktor yang akan ikut berperan menentukan siapa yang menang atau kalah.

Marcos Llorente

Gelandang Atletico Madrid ini adalah bek kanan di tim nasional Spanyol. Penempatannya itu mencuri perhatian banyak orang di Euro 2020.

Tak diragukan lagi, Marcos Llorente bisa main di posisi apa saja, sebagaimana yang dia tunjukkan di Atletico Madrid musim lalu. Posisi yang diberikan Luis Enrique membuatnya bisa menunjukkan apa yang dia tak pertontonkan bersama klubnya, yakni naluri menyerang yang tinggi.

Sekarang, dengan Leonardo Spinazzola cedera, Italia takkan secekatan itu di sektor kiri, Marcos Llorente bisa memafaatkan jika dia kembali dimainkan di posisi itu mengisi posisi Cesar Azpilicueta.

Ada kemungkinan Emerson Palmeri akan menjadi lawannya di sektor sayap itu. Marcos Llorente akan lebih percaya diri dia bisa lebih baik dalam pertarungan itu.

Dengan tidak begitu banyak kelemahan yang ada di Italia, Luis Enrique akan menguji Emerson dengan daya dobrak Marcos Llorente yang bagus. Ini bisa jadi penentu pertandingan.

Alvaro Morata vs Juventus

Alvaro Morata mendapat banyak kritikan atas penampilanya bersama Spanyol, bahkan sebelum Euro 2020 berlangsung. Dengan kepercayaan diri menjadi faktor yang sangat menentukan dalam pertandingan ini, dia tampaknya juga sulit diharapkan.

Itu juga tak terbantu dengan kenyataan bahwa dia akan berhadapan dengan dua pemain Italia yang sangat mengenalnya, Giorgio Chiellini dan Leonardo Bonucci. Mereka bertiga tergabung di Juventus.

Chiellini dan Bonucci mendoinasi hampir setiap penyerang yang mereka hadapi saat keduanya bermain bersama. Bahkan Romelu Lukaku pun tak mampu mencetak gol dari permainan terbuka lawan mereka.

Morata harus tampil jauh lebih sempurna jika dia ingin meraih hasil yang lebih baik menghadapi dia bek sentral Juventus itu.

Marco Verratti

Tak ada pemain tersisa di Euro 2020 yang menciptakan peluang mencetak gol banyak untuk rekannya melebihi Marco Verratti. Gelandang serang Paris St Germain itu menciptakan 12 peluang. Hanya Kevin de Bruyne dari Belgia yang mengunggulinya dengan 13 peluang.

Menarik karena Verratti absen di dua laga pembuka Italia, lawan Turki dan Swiss. Saar Verratti absen, Manuel Locatelli menunjukan penampilan yang tak kalah mengesankan.

Main bersama juara Liga Champions Jorginho dan juara Serie A Nicolo Barella, Verratti adalah bagian penting dari lini gelandang Italia di Euro 2020. Menghentkan sepak terjangnya akan menjadi kunci bagi peluang Spanyol.

Mengatasi tekanan

Satu hal yang perlu diperhatikan Spanyol jika ingin lolos ke final adalah menemukan cara yang tepat mengatasi tekanan Italia, terutama di awal pertandingan.

Gli Azzurri agresif dan seperti tak kenal kelelahan, setidaknya selama 70-75 menit pertama. Setelah itu, mereka baru menurunkan irama jika sudah berada dalam posisi mempertahankan keunggulan di menit-menit terakhir menjelang bubaran.

Dengan pemain seperti Lorenzo Insigne, Ciro Immobile, dan Federico Chiesa, semua tampil dengan gaya bermain yang mengandalkan kekuatan fisik. Tenaga mereka seperti tak habis-habis. Spanyol perlu tampil pada kemampuan terbaiknya.

Menyusul blunder yang dilakukan Unai Simon lawan Kroasia, Italia juga bisa merasakan bahwa ada yang bisa mereka manfaatkan.

Opsi bangku cadangan

Roberto Mancini, khususnya, dianggap berhasil menata skuadnya di Euro kali ini. Hanya kiper Alex Meret satu-satunya pemain yang belum tampil. Sejak awal dia bilang semua pemain Italia berpeluang jadi starter.

Baik Matteo Pessina maupun Chiesa masuk sebagai pemain cadangan untuk jadi pahlawan Italia menang di perpanjangan waktu lawan Austria. Chiesa kemungkinan akan menjadi starter lagi, seperti saat lawan Belgia.

Itu berarti ada Domenico Berardi, Locatelli, dan Andrea Belotti sebagai opsi di bangku cadangan. Ini wajib diwaspadai Spanyol dan bukan hanya mereka yang jadi starter line-up.