Jasa Medivest Dukung Pengelolaan Limbah Sentra Vaksinasi Itenas

Jasa Medivest Dukung Pengelolaan Limbah Sentra Vaksinasi Itenas
Foto: Rianto Nurdiansyah



INILAH, Bandung-Tata kelola limbah yang mumpuni menjadi hal yang sangat penting seiring kian masifnya vaksinasi Covid-19 di Jawa Barat. Untuk itu, BUMD PT Jasa Medivest turun berperan aktif dalam upaya menanggulangi limbah berkategori Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Infeksius secara ramah lingkungan.

Itu tampak kala mendukung pengelolaan limbah sentra vaksinasi di Institut Teknologi Nasional (Itenas) Bandung yang kembali menyelenggarakan vaksinasi massal selama 3 hari di Bale Dayang Sumbi Gedung Serbaguna Itenas, Jl. PHH. Mustapa, Kota Bandung, pada Selasa-Kamis (6-8/7/2021). Vaksinasi massal ini diperuntukkan  bagi 5.000 warga ber-KTP Kota Bandung,

Adapun pendaftaran vaksinasi telah dimulai sejak tanggal 24 Juni 2021, dioptimalkan secara online melalui situs vaksinitenas.itenas.ac.id. Sampai hari penutupan tanggal 30 Juni 2021, tercatat lebih dari 5.200 peserta telah mendaftar untuk mengikuti vaksinasi. Jumlah tersebut terdiri dari mahasiswa Itenas, termasuk mahasiswa baru angkatan 2021, serta masyarakat umum dengan prioritas usia pra-lansia.


“Pada saat pelaksanaan vaksinasi, agar tidak terciptanya kerumunan, maka Panitia membagi peserta ke dalam tujuh (7) sesi setiap harinya. Tiap-tiap peserta akan mendapatkan informasi mengenai hari dan sesi melalui whatsapp dan dapat dilihat pada situs resmi, hanya dengan memasukkan NIK,” ujar Ketua Panitia Gebyar 5000 Vaksin Itenas Dwi Aryanta. 

Selaku entitas perusahaan anak BUMD Jawa Barat, Jasa Medivest berfokus pada pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) berkategori Infeksius. Di mana pada era pandemi ini dikenal sebagai limbah covid-19 dan limbah vaksinasi 

Limbah vaksinasi terdiri dari spuit dan jarum, sisa vaksin, botol vaksin/ampul/vial, swab alcohol, masker, sarung tangan dan alat pelindung diri menjadi tantangan bersama agar dapat dikelola secara baik, benar dan aman, agar tidak mengakibatkan dampak pencemaran lanjutan, baik terhadap manusia, ekosistem lainnya, terutama lingkungan 

“Sentra vaksinasi membutuhkan tata kelola limbah vaksin yang mumpuni, sehingga limbah tidak berdampak pada kehidupan manusia dan lingkungan. Jasa Medivest terus mengedepankan peran aktifnya untuk terlibat langsung dalam mewujudkan komitmen Pemerintah, khususnya dalam upaya menanggulangi limbah berkategori Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Infeksius secara ramah lingkungan,” ujar Olivia Allan, Direktur PT Jasa Medivest

Pihaknya, dia sampaikan, mendukung gelaran vaksinasi massal dengan standar pengelolaan limbah B3 Infeksius yang baik, aman dan berkualitas. "Misalnya, Fasilitasi wadah limbah vaksinasi, jadi catatan penting agar tetap mengedepankan prinsip keselamatan bagi para pelaku teknis, utamanya,” tuturnya.

Pada helatan vaksinasi massal kali ini, Jasa Medivest turut mendukung dengan ketersediaan safety box dan plastik limbah infeksius (berwarna kuning) sebagai wadah limbah vaksinnya. Wadah tersebut bisa langsung dimasukkan kedalam sejumlah wheeled bin (wadah beroda) yang telah disediakan pada area vaksinasi. Hal ini merupakan standar prosedur yang berfungsi agar mengurangi risiko sentuhan fisik bagi para tenaga kesehatan yang bertugas.

Tiap harinya, selepas acara, para petugas ber-APD lengkap akan melakukan disinfeksi kemudian mengangkut wadah limbah vaksin tersebut dari sejumlah bilik vaksin yang tersedia, kedalam armada berizin milik PT Jasa Medivest, untuk segera dimusnahkan di plant dawuan, kawasan pengolahan limbah B3 Infeksius berteknologi ramah lingkungan. 

Diketahui,  sejak Mei 2021, PT Jasa Medivest menambah lima unit armada berizin sehingga saat ini total 12 armada berizin yang telah  hilir mudik mengangkut limbah B3 Infeksius dari sejumlah fasyankes di Provinsi Jawa Barat dan DKI Jakarta. Tercatat dari bulan Januari sampai dengan Mei 2021, load limbah covid-19 yang telah dimusnahkan di plant dawuan berjumlah 337,7 ton; berasal dari Provinsi Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah dan sejumlah daerah lainnya. (Riantonurdiansyah)