Kejari Bandung Sidangkan Puluhan Pelanggar Prokes

Kejari Bandung Sidangkan Puluhan Pelanggar Prokes
Foto: Ahmad Sayuti



INILAH, Bandung- Sebanyak 25 pelanggar protokol kesehatan (prokes) di Kota Bandung memgikuti sidamg yustisi yang digelar Kejari Bandung. Mereka terpaksa dikenai sanksi membayar denda yang besarannya mencapai Rp 250 ribu. 

Data yang diterima dari Kejari Bandung para pelanggar terdiri dari perorangan dan tempat usaha. Pelanggar perorangan kedapatan tak menggunakan masker. Sementara tempat usaha tidak melengkapi sarana kebersihan berupa hand sanitizer, sabun dan wastafel.

Para pelanggar langsung menjalani persidangan Yustisi Protokol Kesehatan di kawasan Jalan Terusan Buah Batu, Senin (5/7/2021).


Kajari Bandung Iwa Suwiya Pribawa mengatakan, persidangan Yustisi Protokol Kesehatan digelar dengan surat dari Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa Barat. Nomor: 1950/HUB 05.01/Sekretariat, tanggal 30 Juni 2021, dan Perda Jabar Nomor 13 Tahun 2018 Jo. Perda Jabar Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Ketentraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat.

"Hasilnya ada 25 pelanggar prokes yang disidang. Persidangan dipimpin hakim Yohanes. Saksi yang dijatuhkan berupa denda," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima wartwan, Selasa (6/7/2021).

Rinciannya, lanjut Iwa, sebanyak 25 pelanggar itu dikenai denda mulai dari Rp 50 ribu hingga Rp 250 ribu. Total denda yang dikumpulkan mencapai Rp 2.925.000.

Operasi Yustisi Protokol Kesehatan merupakan bukti keseriusan pemerintah dan aparat penegak hukum selama penerapan PPKM Darurat. Dia pun berharap masyarakat bisa mengambil pelajaran agar tetap menjalankan prokes 5M dalam keseharian, yakni  menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas. 

"Semoga dengan penerapan aturan yang ketat, termasuk disiplin masyarakat yang terus meningkat, pandemi Covid-19 ini bisa segera berakhir," ujarnya.