Darurat...Darurat...Sehari 562 Kasus di Kota Bogor

Darurat...Darurat...Sehari 562 Kasus di Kota Bogor



INILAH, Bogor - Wali Kota Bima Arya menyebut keadaan saat ini benar-benar darurat Covid-19. Dalam sehari, angka terkonfirmasi positif Covid-19 Kota Bogor mencapai 562 orang pada Senin (5/7/2021). Angka ini menjadi yang tertinggi selama pandemi Covid-19 Kota Hujan.

"Darurat. Kasus positif hari ini 562 orang. Tertinggi selama pandemi," ungkap Bima Arya pada Senin (5/7/2021) malam.

Bima melanjutkan, semua data di lapangan menunjukan kondisi yang sangat darurat.


"Sekali lagi, kondisinya Darurat. Mohon dirumah saja. Satgas Covid akan totalitas menjaga, melindungi warga dan menindak tegas pelanggar PPKM Darurat," tambahnya.

Bima juga mengatakan, selama dua hari, Sabtu (3/7/2021) hingga Minggu (4/7/2021) merupakan masa sosialisasi kepada masyarakat soal pemberlakukan PPKM Darurat di Kota Bogor. Setelah masa sosialisasi berakhir, maka Satgas Covid-19 Kota Bogor akan memberlakukan sanksi tegas kepada sejumlah pelanggar.

"Kami berikan sanksi kalau masih nekat beroperasi. Karena pada Sabtu dan Minggu ini kami masih berikan sosialisasi. Kami tidak akan segan memberikan sanksi kepada mereka yang melanggar PPKM Darurat. Sanksi yang akan kami berikan beragam. Mulai dari teguran dan penutupan paksa, hingga memberikan denda dan cabut izin operasional," tegas Bima yang juga Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor.

Bima memerintahkan, seluruh aparatur di dinas, lurah, camat untuk siaga 24 jam untuk awasi wilayahnya.

"Lakukan tugasnya dengan baik dan selalu berkoordinasi dan komunikasi satu dengan lainnya," tegasnya.

Sementara itu, Kapolresta Bogor Kota, Kombes Susatyo Purnomo Condro mengingatkan, pelanggar kebijakan PPKM Darurat dapat dikenakan sanksi pidana, keputusan itu berdasarkan ketentuan yang sudah diputuskan Satgas Covid-19 Kota Bogor.

"Tentunya sudah menjadi ketentuan dari Satgas Covid, yaitu apabila ada pelanggaran terhadap ketentuan PPKM terlebih pada PPKM Darurat ini, maka pihaknya akan melakukan penindakan baik sanksi, atau kalau masih bandel kami terapkan pidana bagi pelanggar," tegas Susatyo.

Susatyo juga mengingatkan, bagi layanan kesehatan yang ada di Kota Bogor untuk tidak mencari keuntungan berlebih di tengah kondisi saat ini.

"Apotik-apotik saya ingatkan lagi untuk tidak menaikan harga, apalagi melakukan upaya-upaya mencari keuntungan pribadi dan membahayakan masyarakat, kami akan tindak tegas," tambahnya. (rizki mauludi)