Warga Solo Maksimalkan Layanan Antar Selama PPKM Darurat

Warga Solo Maksimalkan Layanan Antar Selama PPKM Darurat
Ilustrasi (antara)



INILAH, Solo - Warga Kota Solo berupaya memaksimalkan layanan antar untuk pembelian sejumlah kebutuhan pokok yang tersedia di pusat perbelanjaan modern selama pelaksanaan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat menyusul pembatasan operasional di pusat-pusat ekonomi.

"Kebanyakan konsumen melakukan pembelian khususnya makanan melalui aplikasi transportasi," kata perwakilan Public Relations Solo Grand Mall (SGM) Ni Wayan Ratrina di Solo, Senin.

Ia mengakui semenjak adanya pembatasan aktivitas mal khususnya untuk "tenant" atau penyewa, terjadi penurunan jumlah pengunjung hingga 90 persen. Sebelumnya, ia mencatat jumlah pengunjung rata-rata harian selama pandemi Covid-19 sebelum dilakukannya PPKM darurat sekitar 10.000 orang.


Artinya, dengan penurunan tersebut jumlah pengunjung saat ini hanya di kisaran 1.000 orang/hari. Menurut dia, pengunjung yang masuk melakukan transaksi di beberapa lokasi belanja yang masih diperbolehkan buka, di antaranya swalayan dan toko obat.

Sedangkan untuk pusat jajanan masih diperbolehkan buka namun konsumen wajib membawa pulang makanan yang sudah dibeli. Selain adanya pembatasan operasional toko, dikatakannya, pembatasan juga dilakukan untuk operasional karyawan mal.

"Jadi sekarang menggunakan sistem sif, yakni antara karyawan operasional dengan 'office' (kantor). Ada sebagian yang WFH (bekerja dari rumah) dan ada sebagian yang masuk," katanya.

Senada, Chief Marketing Communication Solo Paragon Mal Veronica Lahji mengatakan sesuai dengan aturan PPKM darurat, untuk pusat perbelanjaan modern yang masih boleh buka hanya swalayan, farmasi, dan "food and beverage" atau makanan dan minuman.

"Seperti toko fashion, gadget, dan permainan anak untuk sementara ditutup," katanya.

Ia mengakui aturan tersebut tidak mudah bagi pelaku usaha, termasuk di dalamnya karyawan yang bekerja di "tenant". Menurut dia, waktu pelaksanaan PPKM darurat dari tanggal 3-20 Juli 2021 bukan waktu yang sebentar.

"Bagaimana dengan nasib karyawan, stok barang. Itu semua jadi kendala. Meski demikian, ini sudah jadi keputusan pemerintah. Kami berharap PPKM darurat ini bisa mendapatkan hasil yang baik," katanya. (antara)