Rp2,33 Triliun untuk Diskon Listrik

Rp2,33 Triliun untuk Diskon Listrik
istimewa



INILAH, Bandung - Pada triwulan III 2021 ini, PLN siap menjalankan keputusan untuk kembali memberikan stimulus listrik. Program diskon itu diharapkan mampu mendorong produktivitas sekaligus meningkatkan daya beli. 

Sebelumnya, sepanjang 2020 lalu PLN menyalurkan stimulus listrik sebesar Rp13,15 triliun kepada 33,02 juta pelanggan. 

“Sedangkan, pada triwulan III Juli-September 2021 ini, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,33 triliun untuk stimulus listrik bagi masyarakat kecil, industri, bisnis, dan sosial. Untuk itu, kita siap menjalankan kembali keputusan pemerintah tersebut,” kata Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril dalam rilis yang diterima, Senin (5/7/2021).


Menurutnya, guna memberikan layanan kepada pelanggan terkait stimulus pihaknya membuka saluran pengaduan melalui aplikasi PLN Mobile yang dapat diunduh melalui Playstore atau AppStore. Dia menegaskan, stimulus itu merupakan bentuk perlindungan sosial yang diberikan pada masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Sejak awal pandemi, PLN selalu mendukung dan terus menjalankan keputusan pemerintah untuk memberikan stimulus listrik bagi masyarakat kecil, dan pelaku usaha yang terdampak Covid-19. Karena sebelumnya sudah pernah kami lakukan, kami yakin penyaluran periode ini akan berjalan lancar,” ujarnya. 

Berdasarkan surat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), stimulus periode Juli- September 2021untuk pelanggan golongan rumah tangga daya 450 volt ampere (VA), bisnis kecil daya 450 VA, dan industri kecil daya 450 VA diberikan diskon tarif listrik sebesar 50%. Sedangkan, pelanggan golongan rumah tangga daya 900 VA bersubsidi diberikan diskon sebesar tarif listrik 25%. Plus, pembebasan biaya beban atau abonemen, serta pembebasan ketentuan rekening minimum sebesar 50% bagi pelanggan industri, bisnis, dan sosial.

Bagi pelanggan pascabayar, diskon diberikan dengan langsung memotong tagihan rekening listrik pelanggan. Sedangkan, untuk pelanggan prabayar diskon tarif listrik diberikan saat pembelian token listrik.

“Untuk pelanggan prabayar daya 450, tidak perlu lagi mengakses token, baik di website, layanan Whatsapp, maupun melalui aplikasi PLN Mobile. Stimulus akan langsung di dapat saat membeli token listrik,” tambah Bob.

Khusus untuk pembebasan biaya beban, abonemen, dan pembebasan ketentuan rekening minimum, kata dia, pemberian stimulus akan diberikan secara otomatis dengan memotong tagihan rekening listrik konsumen sosial, bisnis dan industri. Potongan sebesar 50% hanya diberikan untuk biaya beban/abonemen dan biaya pemakaian rekening minimum.

Sementara itu, PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jabar kini mengupayakan keandalan jaringan dan pasokan listrik untuk melayani pelanggan, terutama rumah sakit rujukan Covid-19, rumah isolasi, dan produsen oksigen di Jabar.

General Manager PLN UID Jabar Agung Nugraha mengatakan ketersediaan pasokan listrik di Jawa Barat saat ini relatif cukup.

“Pasokan listrik PLN saat ini 13.106 MW sedangkan beban puncak nya 7.694 MW. Hal ini berarti masih ada cadangan daya sebesar 5.412 MW. Jumlah tersebut cukup untuk melayani berbagai kebutuhan masyarakat terutama rumah sakit rujukan, rumah isolasi pasien Covid-19 serta pabrikan produsen oksigen di Jabar,” ujarnya.

Berdasarkan data internal, jumlah rumah sakit penanggulangan Covid-19 di Jabar terdapat sebanyak 96 unit. Paling banyak, rumah sakit itu berada di Bandung sebanyak 28 unit. Sedangkan, jumlah produsen gas atau industri pendukung rumah sakit terhitung sebanyak 9 produsen gas di Jabar tergabung PT Samator Group. Seluruh prosuden gas itu tersebar di Cikarang, Bekasi, Karawang, dan Purwakarta. (Doni Ramdhani)