Nahas! Baru Berumur Sehari, Bayi di Garut Meninggal Terpapar Covid-19

Nahas! Baru Berumur Sehari, Bayi di Garut Meninggal Terpapar Covid-19
Foto: Zainulmukhtar



INILAH, Garut- Kabupaten Garut nyaris kembali memecahkan rekor tertinggi volume harian kematian kasus positif Covid-19 menyusul meninggalnya sebanyak 30 pasien positif Covid-19, Minggu (4/7/2021).

Kasus kematian pasien positif Covid-19 tertinggi di Kabupaten Garut tercatat pada 1 Juli 2021 dengan jumlah meninggal sebanyak 33 orang.

Kendati begitu, yang memprihatinkan, dari kasus baru sebanyak 30 pasien positif Covid-19 meninggal dunia itu, salah satunya bayi perempuan baru lahir dengan usia satu hari dari Kecamatan Balubur Limbangan. Bayi ditandai dengan nomor KC-19518 itu pun tercatat merupakan pasien ke sepuluh meninggal dunia terpapar Covid-19 di wilayah Kecamatan Balubur Limbangan.


Dia juga merupakan pasien positif Covid-19 termuda di Kabupaten Garut meninggal dunia. Sebelumnya, pasien termuda meninggal dunia setelah terkonfirmasi positif Covid-19 di Garut yakni seorang anak perempuan asal Kecamatan Sukaresmi berusia tiga tahun (KC-12008). Sedangkan pasien positif tertua meninggal dunia yakni seorang laki-laki asal Kecamatan Kadungora berusia 95 tahun (KC-6093).

Kenyataan tersebut menguatkan Covid-19 bisa menyerang siapa saja. Tak mengenal jenis kelamin maupun usia.

Dari data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut hingga 5 Juni 2021 sejak kasus Covid-19 terdeteksi di Garut, dari sebanyak 482 anak di bawah usia lima tahun (balita) di Garut terinfeksi Covid-19, sebanyak 17 anak di antaranya berusia satu hari. Termasuk KC-19518 yang meninggal dunia.

Keterangan Satgas Penanganan Covid-19 Garut disampaikan Koordinator Komunikasi Publik/Humas Muksin, penambahan sebanyak 30 pasien positif Covid-19 meinggal dunia pada Minggu itu, termasuk KC-19518,  terdiri 17 perempuan dan 13 laki-laki berusia antara satu hari sampai 88 tahun dari 19 kecamatan.

Mereka didominasi Kecamatan Karangpawitan sebanyak lima orang, disusul Kecamatan Pameungpeuk empat orang, Tarogong Kaler tiga orang, Cibatu dua orang, dan Kecamatan Cisompet dua orang. 

Lainnya masing-masing satu orang dari Kecamatan Cibalong, Cikelet, Cisewu, Garut Kota, Karangtengah, Kersamanah, Balubur Limbangan, Pakenjeng, Pamulihan, Samarang, Selaawi, Sucinaraja, Talegong, dan Kecamatan Tarogong Kidul.  

Meninggalnya 30 pasien positif Covid-19 tersebut membuat angka kematian terpapar Covid-19 di Garut meningkat lagi menjadi sebanyak 861 orang, atau 864 orang. Persentasenya mencapai sekitar 4,38 persen atau 43,99 persen dari total akumulasi pasien positif Covid-19 sebanyak 19.640 orang.

Jumlah pasien positif Covid-19 sendiri meningkat dengan adanya penambahan volume harian pasien terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 234 orang dari 37 kecamatan. 

Akumulasi pasien sembuh dari Covid-19 juga meningkat menjadi sebanyak 14.225 orang dengan adanya sebanyak 525 pasien positif Covid-19 selesai pemantauan isolasi. Persentase kesembuhan pasien dari Covid-19 di Garut kini mencapai sekitar 72,42 persen.

"Ada sebanyak 4.009 pasien positif Covid-19 masih isolasi mandiri, dan sebanyak 542 pasien positif dalam isolasi perawatan rumah sakit," kata Muksin.(zainulmukhtar)