PPKM Darurat, Manajemen Bazoga Terpaksa Potong Gaji 84 Karyawannya

PPKM Darurat, Manajemen Bazoga Terpaksa Potong Gaji 84 Karyawannya
net



INILAH, Bandung - Bandung Zoological Garben (Bazoga) mendukung kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat pada 3-20 Juli mendatang. Marcomm Bazoga Sulhan Syafi'i mengatakan, keputusan itu mendukung langkah pemerintah dalam pengendalian Covid-19 di Kota Bandung yang masuk zona merah.

"Sebagai langkah awal, manajemen kini terpaksa melakukan pemotongan gaji kepada 84 karyawannya sebagai salah satu cara efisiensi karena tidak mungkin mengurangi pakan bagi 850 ekor satwa yang ada di sini," kata Sulhan, Minggu (4/7/2021).

Menurutnya, di lokasi wisata yang akrab dikenal Kebun Binatang Bandung itu melanjutkan penutupan operasional pada 1-14 Juli 2021. Sebelumnya, sesuai dengan Perwal Kota Bandung, Bazoga pun tertutup untuk umum pada 17-30 Juni 2021. 


Dia mengaku, penutupan objek wisata itu pengelola harus putar otak ekstra keras. Pasalnya, ongkos untuk makanan bagi 850an ekor satwa itu membutuhkan uang relatif besar. 

"Setiap hari kita harus memberi satwa makan dan juga perawatan kesehatan yang nilainya hampir sekitar Rp300 jutaan per bulan. Artinya, biaya hidup untuk binatang itu cukup menguras kantong tabungan perusahaan," sebutnya. 

Untuk itu, dengan penutupan yang diperpanjang itu pihaknya memohon bantuan dari berbagai pihak yang ingin menyumbangkan dana ataupun pakan. Donasi untuk hewan itu bisa langsung diserahkan ke Kebun Binatang Bandung atau langsung mengantarkannya langsung ke dapur Bazoga.

Sulhan menuturkan, jenis makanan yang bisa diterima berupa daging sapi, daging ayam, buah-buahan, sayur-mayur, dan pakan satwa lainnya. 

"Sumbangan bagi satwa ini adalah yang kedua sejak ditutup pada periode Maret-Juni 2020. Setelah Lebaran kemarin, memang ada penutupan sekali selama 10 hari kemudian ditutup lagi pada 17-30 Juni," ucapnya.

Bila dihitung-hitung, penutupan kali ketiga sampai 30 hari itu artinya memang selama 30 hari itu manajeman tidak ada pemasukan. Artinya, nol sama sekali sedangkan pengeluaran tetap berjalan untuk gaji karyawan, operasional, dan pakan satwa. 

Untuk pakan satwa kali ini, kata dia, merupakan titik terendah pakan yang bisa diberikan. Sebab, bila ditekan lagi kemungkinan akan ada hal-hal atau dampak negatif bagi para satwa. Semua sudah dikaji secara mendalam dan juga dilakukan modifikasi pakan. 

Jika dilakukan pengurangan lagi khawatir akan hal dampak negatif bagi satwa seperti sakit dan malnutrisi bagi satwa yang bersangkutan. Itu jangan terjadi karena kalau terjadi akan ada beberapa satwa yang bisa mati akibat kekurangan pakan.

"Pada penutupan periode pertama 2020 kemarin, semua satwa selamat karena modifikasi yang dilakukan seperti yang ada pada saat ini. Faktor kesehatan juga harus dilihat dalam modifikasi pakan karena jangan sampai modifikasi atau pengurangan berdampak pada kesehatan satwa," tuturnya. (Doni Ramdhani)