Hari ke 2 PPKM Darurat, Bupati Bogor Pastikan Objek Wisata Ditutup

Hari ke 2 PPKM Darurat, Bupati Bogor Pastikan Objek Wisata Ditutup
Antara Foto



INILAH, Pamijahan- Hari kedua  Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kabupaten Bogor, Bupati Bogor Ade Yasin bersama Kapolres Bogor AKBP Harun, Dandim 621 Kabupaten Bogor Letkol Inf Sukur Hermanto, Kasatpol PP Kabupaten Bogor Agus Ridho, serta jajaran muspika kembali memonitor wisata alam di Bumi Tegar Beriman.

Hal itu dilakukan untuk memastikan objek wisata alam maupun bukan alam tidak beroperasi selama PPKM Darurat yakni mulai tanggal 3 hingga 20 Juli mendatang.

"Hari kedua PPKM Darurat ini kami berkeliling ke Wisata Alam Curug Nangka Kecamatan Tamansari, Wisata Alam Curug Luhur Kecamatan Tenjolaya dan Wisata Alam Curug Kondang Kecamatan Pamijahan. Kami ingin memastikan wisata di Kabupaten Bogor betul-betul tutup, karena biasanya di Kawasan Gunung Salak Endah (GSE) ini kalau liburan itu ramai. Alhamdulillah hasil monitoring semua sudah paham aturan PPKM, berarti sudah tersosialisasikan tempat-tempat wisata sementara ditutup" Kata Bupati Bogor Ade Yasin kepada wartawan, Minggu, (4/7).


Ade Yasin menegaskan jika ditemukan adanya pelanggaran, jajarannya akan menutup langsung tempat wisata tersebut, jika masih tidak taat tentu akan diberikan sanksi tegas, karena pasalnya Satgas Penanganan Covid 19 Kabupaten Bogor sudah mensosialisasikannya secara masif terkait aturan PPKM Darurat.

"Saya mohon semua tempat wisata mematuhi aturan PPKM Darurat ini, karena PPKM Darurat injli hanya 17 hari  dan kita lakukan untuk kebaikan dan keselamatan semua," tegasnya.

Wanita berusia 52 tahun yang juga Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor juga menugaskan Satgas Kecamatan (Camat) hingga Satgas Tingkat Desa untuk monitoring PPKM selama 24jam termasuk mengecek tempat-tempat wisata di daerah masing-masing.

"Saya minta Camat, Kepala Desa, Bhabinkamtibmas, Bhabinsa serta seluruh jajaran untuk menjaga kekompakan dan selalu memonitoring daerah agar tidak ada kerumunan. Kita minimalisir masyarakat yang jatuh sakit dan meninggal karena wabah virus corona (Covid 19). Mari kita tangani wabah ini secara  bersama-sama," pungkas  Ade. (Reza Zurifwan)