Duh, Banyak Pelaku Usaha di Bogor Langgar PPKM Darurat

Duh, Banyak Pelaku Usaha di Bogor Langgar PPKM Darurat
Foto: Rizki Mauludi



INILAH, Bogor - Wali Kota Bogor Bima Arya bersama jajaran Forkopimda menggelar patroli Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat pada Sabtu (3/7/2021) siang hingga sore.

Bima menyebut secara umum mobilitas di Kota Bogor jauh berkurang, tetapi masih ada pelaku usaha yang belum menerapkan PPKM Darurat, seperti restoran yang masih menyediakan layanan makan di tempat.

Dalam patroli tersebut tampak Kapolresta Bogor Kota Kombes Susatyo Purnomo Condro, Dandim 0606/Kota Bogor Kolonel Inf. Robby Bulan, Wakil Ketua DPRD Kota Bogor Eka Wardana, Dandenpom III/1 Bogor Letkol CPM Sutrisno, Wakil Wali Kota Bogor Dedie Rachim dan perwakilan dari Kejaksaan Negeri Bogor serta perwakilan dari Pengadilan Negeri Bogor.


Saat melintas di Jalan Suryakencana, petugas menemukan rumah makan yang masih menyediakan layanan makan di tempat. Kapolresta yang memimpin penindakan langsung memberikan peringatan kepada pengelola rumah makan tersebut. Kemudian memerintahkan Satpol PP untuk menyita bangku dan memberikan denda.

Hal serupa juga terjadi di Jalan Juanda, Jalan Merdeka dan Jalan Pandu Raya. Padahal aturannya hanya boleh menerima layanan antar atau dibungkus dan tidak menerima makan di tempat (dine in).

"Masih ada di titik-titik keramaian, seperti rumah makan yang belum menerapkan PPKM Darurat, yaitu larangan untuk ‘dine in’. Tidak saja kami peringatkan, langsung ada tindakan. Dan kami akan lakukan ini setiap hari, siang dan malam untuk pastikan semuanya taat," ungkap Bima Arya.

Bima juga mengatakan, pihaknya melakukan tindakan tegas karena tingkat keterisian tempat tidur (bed occupancy ratio/BOR) di seluruh rumah sakit di Kota Bogor menyentuh angka 83,8 persen. Lebih tinggi dari ambang batas WHO sebesar 60 persen. Untuk itu, Satgas Covid-19 Kota Bogor berupaya semaksimal mungkin untuk menambah pusat isolasi. 

"Saat ini hampir seluruh Rumah Sakit penuh. Satgas Covid-19 Kota Bogor bergerak cepat menambah tempat isolasi. Hari ini saya berkeliling untuk cek kesiapan semua lokasi. Ada 14 pusat isolasi untuk pasien Covid-19, baik di tingkat kota hingga tingkat wilayah yang berbasis masyarakat dengan total kapasitas 560 tempat tidur," ungkapnya.

Bima membeberkan, pusat isolasi tersebut antara lain di Pusdiklatwas BPKP Ciawi (100 bed), Asrama IPB Dramaga ( 184 bed), Wisma BNN Lido (100 bed), Aula Kantor Kelurahan Situgede (20 bed), Villa Hude Kelurahan Curug (30 bed), Ruang Serbaguna RW 10 Kelurahan Tegal Gundil (10 bed), Aula Munasa Kelurahan Cimahpar (20 bed).

"Lalu ada juga di Gedung BLK Bogor Selatan (12 bed), Gedung Terminal Agribisnis Bogor Selatan (14 bed), Wisma Kelurahan Sempur (10 bed), Madrasah Kelurahan Sindangrasa (25 bed), Aula Kantor Kelurahan Baranangsiang (15 bed), Aula Kantor Kelurahan Sukasari (10 bed), dan Aula Kantor Kelurahan Katulampa (10 bed)," bebernya.

Ia mengingatkan, bagi pasien terkonfirmasi Covid-19 dengan tanpa gejala dan gejala ringan yang membutuhkan ruang isolasi tersebut dapat menghubungi Puskesmas terdekat di wilayah masing-masing. 

"Bersama saling menjaga. Insya Allah kita lewati masa sulit ini bersama-sama. Salam sehat dan tetap waspada," pungkasnya.

Sementara itu, Kapolresta Bogor Kota, Kombes Polisi Susatyo Purnomo Condro mengatakan, sudah menjadi ketentuan dari Satgas Covid-19, yaitu apabila ada pelanggaran terhadap ketentuan PPKM Darurat, maka pihaknya akan melakukan penindakan seperti sanksi, ataupun masih bandel maka kepolisian akan melakukan penerapan pidana bagi para pelanggar. 

"Sekali lagi kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak ke mana-mana kalau tidak emergency," ujar Susatyo. (Rizki Mauludi)