Tekan Laju Covid 19, Forkopimda Berikan Bantuan kepada Nakes

Tekan Laju Covid 19, Forkopimda Berikan Bantuan kepada Nakes
Foto: Reza Zurifwan



INILAH, Bogor-Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bogor bergerak kompak untuk menekan laju kenaikan kasus penyebaran wabah virus corona (Covid 19).

Selain dengan memastikan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat berjalan lancar, mereka juga turun langsung memberi dukungan kepada tenaga kesehatan dan mengendalikan arus masuk pasien yang membutuhkan perawatan medis di rumah sakit.

"Sabtu malam, kami mengirim bantuan makanan dari Pemkab Bogor untuk tenaga kesehatan (Nakes)," ujar Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto kepada wartawan di RSUD Cibinong, Sabtu (3/7).


Ayah tiga orang anak ini datang bersama Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Agus Salim ke rumah sakit rujukan Covid 19 tersebut. Ia menuturkan, kondisi RSUD Cibinong malam hari ini sudah penuh.
Karena itu, untuk mengurai rujukan pasien, Bupati Bogor juga telah berkoordinasi dengan beberapa rumah sakit swasta.

 "Tujuannya agar masyarakat yang membutuhkan rumah sakit rujukan dialihkan ke rumah sakit swasta yang belum penuh supaya bisa mendapatkan pelayanan kesehatan," tuturnya.

Rudy mengimbau  masyarakat tidak panik menyikapi lonjakan kasus ini. Menurut dia, upaya 'perang' melawan wabah Covid 19 justru sangat membutuhkan partisipasi masyarakat, terutama dalam mematuhi protokol kesehatan. 


"Masyarakat juga harus mendukung kebijakan PPKM Darurat yang dikeluarkan pemerintah selama 17 hari ke depan. "Untuk sementara jangan keluar rumah dulu jika tidak dalam kegiatan yang sangat penting," ungkap Rudy.


Seperti diketahui, Pemkab Bogor telah memberlakukan PPKM Darurat mulai 3-20 Juli. Hari pertama kebijakan tersebut diberlakukan, Bupati telah menggelar apel gabungan TNI, Polri, Dishub dan Satpol PP di Kawasan Puncak.

Petugas gabungan tersebut akan melakukan penyekatan  kendaraan luar Kabupaten Bogor yang ingin masuk Bogor setiap hari. Dia memastikan, jika tidak untuk keperluan yang dikecualikan. petugas akan meminta pengendara untuk balik arah.

"Saya juga mengimbau kepada masyarakat, agar mengurangi aktifitas keluar rumah jika tidak ada keperluan mendesak. Dengan diam di rumah, berarti sudah mengurangi resiko terpapar atau menularkan Covid 19," kata Ade Yasin. 

Politisi PPP ini melanjutkan, bahwa pelarangan makan ditempat berlaku dari warung kecil hingga restoran besar. Satpol PP akan menindak apabila ada yang melakukan aturan PPKM Darurat.

"Aturan PPKM kami tegakkan tanpa pandang bulu, saat ini, rumah sakit dipenuhu pasien dan banyak dokter, perawat maupun unsur Nakes lainnya  yang ikut terpapar hingga kami minta seluruh lapisan masyarakat melaksanakan peraturan ini," lanjutnya. (Reza Zurifwan)