PPKM Darurat, Ade Yasin: Bakal Ada Tindakan Tegas dan Terukur

PPKM Darurat, Ade Yasin: Bakal Ada Tindakan Tegas dan Terukur
Foto: Reza Zurifwan



INILAH, Megamendung- Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kabupaten Bogor mulai berlaku mulai hari ini 3 Juli hingga 20 Juli 2021.

Bupati Bogor, Ade Yasin menegaskan  perlu tindakan tegas dan terukur untuk menyukseskan aturan PPKM Darurat. Hal ini dikatakannya usai memimpin apel gabungan dalam rangka penerapan PPKM Darurat, di halaman Masjid Amaliyah, Desa Gadog, MegamendungSabtu (3/7).

Bupati Ade Yasin mengatakan, pagi ini kita lakukan apel menyiapkan pasukan yang akan bertugas di wilayah SelatanBumi Tegar Beriman, di Cibinong dan di beberapa lokasi yang lain pun dilakukan sesuai lokasi tugasnya masing-masing. 


Pemkab Bogor ingin PPKM Darurat ini betul-betul dilaksanakan dan dipatuhi oleh masyarakat, di 40 Kecamatan dan 435 desa maupun kelurahan.

“Ini bukan PPKM mikro, ini PPKM darurat. Dari kata darurat saja sudah menggambarkan bahwa kondisi saat ini tidak sedang baik-baik saja. Jadi perlu tindakan yang lebih tegas dan terukur,” tegas Ade.

 Di wilayah selatan Kabupaten Bogor ini, terang Ade, akan ada beberapa penyekatan, ring satu ada di daerah perkotaan, ring dua di tempat-tempat wisata, dan ring tiga ada di perbatasan masuk kabupaten. 

Semua titik penyekatan itu kami jaga dengan beberapa personil yang sudah ditempatkan di masing-masing wilayah, mulai dari unsur Satpol PP, Dinas Perhubungan, BPBD, Dinas Kesehatan, Polres Bogor dan Kodim 0621.

“Tindakan yang kami lakukan untuk setiap pelanggaran mulai dari teguran, pembubaran keramaian, hingga pemberian sanksi sesuai aturan yang berlaku. Kalau ada tempat wisata dan tempat lainnya yang memang harus tutup, sementara masih beroperasi, kami langsung minta ditutup,” terangnya.

Ade menjelaskan, dalam pelaksanaan PPKM Darurat sesuai peraturan yang berlaku. Sesuai arahan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, tidak ada tawar-menawar soal penerapan aturan PPKM Darurat. 

Oleh karena itu, kami ingin dengan PPKM Darurat ini kondisi kedepan akan lebih baik dari sebelumnya, karena saat ini terjadi peningkatan kasus penyebaran wabah Covid 19 tidak hanya di Kabupaten Bogor, tetapi di pulau Jawa dan Bali.

“Untuk tempat pariwisata kalau masih buka kami akan tutup  karena rata-rata tempat wisata alam di Kabupaten Bogor milik Perhutani, oleh karena itu, Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor sudah mengirimkan surat kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk menutup sementara pusat-pusat rekreasi alam seperti air terjun atau curug dan wisata alam lainnya yang dikelola oleh Perhutani dan pihak ketiga,” jelas Ade.

Kemudian,  di pintu masuk wilayah Puncak Satgas Penanganan Covid 19 Kabupaten  Bogor akan melakukan penyekatan, untuk kendaraan dari luar Kabupaten Bogor akan diputar balik. 

"Sanksi akan  diterapkan jika ada yang mengabaikan aturan PPKM Darurat ini. Setiap pengunjung hotel yang bukan tempat karantina, masih diperbolehkan maksimal 50 persen, dan wajib menunjukan hasil negatif Covid melalui Swab PCR bukan antigen," lanjutnya. (Reza Zurifwan)