Siti Muntamah Oded Apresiasi Kemenangan Kader PKK Kota Bandung di Tingkat Provinsi Jabar

Siti Muntamah Oded Apresiasi Kemenangan Kader PKK Kota Bandung di Tingkat Provinsi Jabar
istimewa



INILAH, Bandung - Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Masyarakat (TP-PKK) Kota Bandung Siti Muntamah Oded mengapresiasi kader PKK Deti Hernawati yang telah memenangkan lomba kader PKK tingkat Provinsi Jawa Barat kategori kota. 

 

Siti mengaku senang dan bangga. Menurutnya, hal ini tidak terlepas dari peran dan kerjasama yang dibangun dengan sangat baik antara kader PKK, kewilyahan, TP-PKK Kota Bandung, dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung. 


 

“Kader PKK bisa bekerja, karena masyarakatnya mau didampingi, diedukasi, dan diajak. Sehingga para kader semakin bersemangat,” kata Siti. 

 

Menurutnya ada lima poin yang menjadi dasar penilaian lomba kader PKK. Pertama, kesesuaian tema dan program yang dilakukan, ketepatan waktu, inovasi, personal komunikasi, dan ketepatan penggunaan atribut.

 

"Deti memiliki komunikasi interpersonal yang baik. Sehingga terpilih menjadi perwakilan Kota Bandung di tingkat provinsi. Itu saya kasih nilai plus. Dari sekian banyak kader PKK yang memiliki interpersonal komunikasi yang bagus yaitu Ibu Deti ini,” ucapnya. 

 

Di samping itu, sambung dia, Deti juga memiliki karekteristik yang menarik ketika menyampaikan pandangan dan inovasi terkait peran PKK dalam penanganan covid-19. 

 

“Inovasinya mengajak lansia untuk menyukseskan vaksinasi dalam rangka  penangangan covid-19. Para kadernya PKK Sukajadi ini memberikan awareness terhadap itu dengan cara mengantar jemput para lansia yang akan divaksin,” ujar dia. 

 

Pemenang lomba kader PKK Deti Hernawati mengaku, tak menyangka akan menjadi juara. Terpenting bagi dia adalah memberikan yang terbaik untuk Kota Bandung dan memberikan kemampuan juga pengetahuan. 

 

"Menang itu bonus,” kata Deti.

 

Dia mengatakan telah menjadi kader PKK sejak Mei 2010.  Dengan menjadi kader PKK, banyak sekali ilmu yang diperoleh disamping memberikan pengabdian kepada masyarakat.

 

“Dari situ saya banyak mendapatkan ilmu yang bisa diaplikasikan di kehidupan sehari-hari. Seperti ilmu tentang tumbuh kembang anak dan lain-lain,” ucapnya. 

 

Seperti saat pademi Covid-19 ini, Deti mengaku akan terus mengedukasi masyarakat di wilayahnya agar bersedia divaksin, khsususnya bagi para lansia. Hal ini sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. 

 

“Masih banyak yang tidak mau divaksin. Jadi saya jelaskan tujuan vaksinasi. Kemudian saya datangi mereka yang mau divaksin. Saya antar ke puskesmas, dan besok harinya saya cek untuk mengetahui kemungkinan adanya keluhan," ujar dia. (Yogo Triastopo)