Sekda Kota Bandung Apresiasi Warga Kacapiring Tangani Covid-19

Sekda Kota Bandung Apresiasi Warga Kacapiring Tangani Covid-19
Dokumentasi (yogo triastopo)



INILAH, Bandung - Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Bandung Ema Sumarna mengapresiasi, kepedulian warga RW 01 Kelurahan Kacapiring, Kecamatan Batununggal dalam penanganan pandemi Covid-19.

Pasalnya, salah satu warga RW 01 RT 02 Kelurahan Kacapiring tersebut memberikan secara sukarela tempat tinggalnya menjadi tempat isolasi mandiri bagi warga sekitar yang terpapar Covid-19.

“Jadi kalau saya lihat dari perspektif empirik, alhamdulillah ada kelebihan yang bisa membanggakan. Yaitu rasa kepedulian, kebersamaan dengan segala keterbatasan masyarakat. Kepedulian yang dibangun oleh RT, Bu RW di mata saya luar biasa,” kata Ema.


Menurutnya, kolaborasi pemerintah dan masyarakat merupakan nilai penting dalam membangun kepercayaan diri untuk melawan pandemi Covid-19. Saat ini telah ada 508 rumah isolasi mandiri yang tersebar di beberapa RW di Kota Bandung.

Rumah isolasi tersebut diperuntukan bagi warga setempat yang mengalami orang tanpa gejala (OTG) atau yang bergejala ringan dan sudah mendapatkan rekomendasi dari puskesmas untuk menajalanlan isolasi mandiri.

“Idealnya tempat isoman seperti ini diperbanyak. Jadi nanti tidak semua ke RS (rumah sakit). RS di Kota Bandung sudah berat. Bahkan sudah ada yang menutup pelayanan karena sudah tidak ada tempat tidur,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua RW 01 Kelurahan Kacapiring Euis Ratna mengatakan, rumah isolasi ini diperuntukan bagi warga yang terpapar Covid-19.

“Saat ini ada satu keluarga yang sedang di isolasi mandiri. Sebelumnya ada empat api sudah keluar,” kata Euis.

Dia memastikan, pihaknya juga turut bertanggung jawab memenuhi kebutuhan para warga yang terpapar selama menjalankan isolasi mandiri. Termasuk terus berkoordinasi dengan puskesmas.

“Prosedurnya setiap ada yang terpapar saya langsung lapor ke kelurahan untuk pendataan dan ke puskesmas untuk tindak lanjut. Biasanya setelah ada laporan, puskesmas minta KK dan KTP dan hasil swab, besoknya keluarganya langsung ditindak lanjut untuk di-swab juga,” ucapnya.  (yogo triastopo)