DPRD Kabupaten Bandung Minta Disperkimtan Perhatikan Kebutuhan Air Bersih Warga Kampung Cimonce

DPRD Kabupaten Bandung Minta Disperkimtan Perhatikan Kebutuhan Air Bersih Warga Kampung Cimonce
Foto: Dani R Nugraha



INILAH, Bandung - Anggota DPRD Kabupaten Bandung Bambang Tri Pamungkas prihatin dengan penderitaan ratusan kepala keluarga (KK) warga Kampung Cimonce Desa Sukajadi Ke camatan Soreang, yang sejak puluhan tahun lalu tak memiliki sarana air bersih. 

Dia berjanji akan segera berkoordinasi dan meminta Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kabupaten Bandung untuk mencarikan jalan keluar bagi warga yang selama ini kesulitan air bersih di kampung tersebut.

"Kami prihatin, kok masih ada masyarakat yang seumur hidupnya kesulitan air bersih. Apalagi ini lokasinya tak jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Bandung. Tentu ini akan menjadi salah satu perhatian saya, karena ini juga menyangkut 99 hari kinerja Bupati Bandung Dadang Supriatna dan Wakil Bupati Bandung Sahrul Gunawan, untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan seperti ini," kata Bambang kepada INILAHKORAN, Jumat (2/7/2021).


Dia menjelaskan, bisa saja permasalahan yang selama ini dialami oleh warga Kampung Cimonce itu telah masuk kedalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang). Kemudian biasanya, jika telah masuk Musrenbang dinas terkait akan turun langsung ke lapangan untuk pengecekan. Untuk memastikan apakah usulan suatu program pembangunan disuatu daerah itu masuk prioritas atau bisa ditunda dulu.

"Akan saya telusuri lebih jauh, apakah masalah warga yang selau kesulitan air bersih itu sudah masuk Musrenbang atau belum. Kalau belum, kami di DPRD juga sudah sepakat kalau ada usulan yang tidak masuk Musrenbang akan kami usahakan masuk menjadi aspirasi dewan melalui pokok pikiran (Pokir)," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, meski berjarak hanya beberapa kilometer dari Ibukota Kabupaten Bandung, ratusan Kepala Keluarga di RW 06 dan RW 11 Kampung Cimonce Desa Sukajadi Kecamatan Soreang, sejak puluhan tahun silam kesulitan air bersih. Untuk keperluan air bersih, mereka harus berjalan melalui jalan setapak yang terjal sekitar 500 an meter ke sumber mata air yang berada dialiran sungai.

Salah seorang warga Kampung Cimonce RW 6, Mimin (60) mengatakan, kehidupan warga di kampung yang berbukit itu memang sejak dulu tak memiliki sumber air bersih di rumah masing-masing. Jika membuat sumur pun tak mengeluarkan air. Untuk keperluan air minum dan sebagainya, mereka terpaksa harus mengambil air dari sumber mata air yang lokasinya lumayan jauh dengan jalan setapak yang menanjak dan curam. (Dani R Nugraha)