Mulai Hari Ini, RSUD Garut Tak Terima Pasien Umum

Mulai Hari Ini, RSUD Garut Tak Terima Pasien Umum



INILAH, Garut – Mulai Kamis (1/6/2021) ini, RSUD dr Slamet Garut tak lagi menerima pelayanan pasien baru dari pasien umum yang non-Covid-19. Baik pasien instalasi gawat darurat (IGD) maupun pasien rawat inap.

Hal itu dilakukan menyusul dijadikannya RSUD dr Slamet Garut sebagai rumah sakit khusus Covid-19 mulai 5 Juli 2021.

Rumah sakit terbesar milik Pemerintah Daerah Kabupaten Garut tersebut selanjutnya hanya menerima pasien kasus Covid-19.


Kebijakan tersebut tertuang dalam surat pemberitahuan Direktur RSUD dr Slamet Garut tertanggal 30 Juni 2021 ditujukan kepada Kepala Dinas Kesehatan Garut/Pimpinan Faskes Swasta/Tempat Praktik Pribadi Masyarakat, dengan tembusan kepada Bupati Garut, Wabup Garut, dan Sekda Garut.

Pada surat bercap dan ditandatangani Direktur RSUD dr Slamet Garut itu disebutkan, RSUD dr Slamet dijadikan sebagai RS Khusus Penanganan Covid-19 karena terjadinya tren peningkatan kasus Covid-19 di Kabupaten Garut. Kususnya pasien Covid-19 dengan kondisi klinis berat dan kritis yang dalam penanganannya membutuhkan perawatan di RSUD dr Slamet Garut.

Humas RSUD dr Slamet Garut Cecep Ridwan membenarkan adanya perubahan pembatasan pelayanan RSUD dr Slamet Garut sesuai surat pemberitahuan Direktur RSUD dr Slamet Garut. 

"Ya, betul !" ujarnya mengenai penutupan pelayanan pasien umum di RSUD dr Slamet Garut tersebut, Rabu (30/6/2021). 

Penutupan penerimaan pasien non-Covid-19 sendiri dilakukan sampai batas waktu yang belum bisa ditentukan.

Berkenaan pelayanan rawat alan/poliklinik, dikatakan, masih buka sampai Jum'at (2/6/2021) besok. Namun selanjutnya, pelayanan poliklinik rawat jalan tutup sampai dengan batas waktu belum ditentukan. 

Sedangkan pelayanan hemodialisa dan klinik thalasemia tetap buka dan melayani pasien sesuai jadwal yang telah ditetapkan. 

Sebelumnya, Bupati Garut Rudy Gunawan mengatakan, RSUD dr Slamet Garut akan dijadikan sebagai rumah sakit Covid-19, dan menambah jumlah bed di rumah sakit tersebut menjadi sebanyak 500 unit disertai peralatan lebih lengkap.

Rudy juga memastikan obat untuk pasien Covid-19 dalam keadaan tersedia. Dia pun menyebutkan dirinya telah berkonsultasi dengan Gubernur Jawa Barat untuk mendapatkan bantuan berupa ventilator agar pasien Covid-19 yang memiliki saturasi oksigen di bawah angka 60 bisa segera ditangani.(zainulmukhtar)