Dewan Beberkan Keluhan Masyarakat Soal Double Track, Rumah Penduduk Juga Rusak

Dewan Beberkan Keluhan Masyarakat Soal Double Track, Rumah Penduduk Juga Rusak
Foto: Rizki Mauludi



INILAH, Bogor - Hingga sekarang, keluhan masyarakat terkait ceceran tanah di Jalan Pahlawan, Jalan Batutulis, Jalan NV Sidik dan sekitarnya tak kunjung ditindaklanjuti. Lantaran hal itu, Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Bogor M Rusli Prihatevy angkat bicara.

Dia mendesak agar pihak pembangun proyek double track untuk bertanggungjawab. Tak hanya berupa tanah merah yang berceceran, dia menyebutkan ada juga hunian masyarakat yang rusak akibat proyek double track Bogor-Sukabumi tersebut.

"Proyek Dirjen Perkeretaapian ini merupakan tahapan yang lumayan panjang. Di satu sisi merupakan terbosan untuk maksimalnya trasportasi dua arah, sehingga ini merupakan langkah positif dalam hal trasportasi massal yang merupakan nilai manfaat kedepan bagi pengguna trasportasi berbasis rel," kata Rusli kepada INILAH, Rabu (30/6/2021).


Rusli melanjutkan, akan tetapi dari mulai awal penyelesaian pembayaran kerohiman warga yang juga sempat berpolemik menjadi dasar keluhan warga masyarakat Kota Bogor yang terdampak. Selain uang kerohiman, ada juga tempat tinggal mereka hidup harus diberi kejelasan karena mereka sudah sekian lama tinggal di situ.

"Masyarakat harus berpikir keras untuk mencari tempat tinggal baru dan menjadi prihatinnya kami sebagai wakil rakyat mendengar harus berpindah tanpa kejelasan. Alhamdullilah sedikit demi sedikit dapat terselesaikan saat ini untuk hal itu," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Bagian Jawa Barat Erni Basri mengatakan terkait hal ini akan dikonfirmasi kembali ke lapangan.

"Ya, kami akan konfirmasi ke lapangan. Terima kasih infonya," singkat Erni. (Rizki Mauludi)