Isu Mutasi Rontok, DPC PDIP Pastikan Imron-Ayu Solid

Isu Mutasi Rontok, DPC PDIP Pastikan Imron-Ayu Solid
Foto: Maman Suharman



INILAH, Cirebon – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Cirebon akhirnya bereaksi terkait. Hal itu berkaitan dengan pengakuan Bupati Cirebon, Imron, soal adanya draf mutasi illegal. Selain Imron, DPC PDIP juga memanggil Wakil Bupati Cirebon, Wahyu Tjiptaningsih (Ayu) guna dimintai keterangan.

Hanya saja, nampaknya klarifikasi yang dilakukan oleh DPC PDIP ini malah terkesan membuka perseteruan yang terjadi antara Imron dan Ayu. Pasalnya, selama ini baik dalam pemberitaan maupun kesempatan apapun, tidak pernah ada kata atau gaya dari Imron yang menjelekkan atau tertuju kepada Ayu. Termasuk, dalam pemberitaan terakhir, tidak ada nama Ayu yang diucapkan oleh Imron terkait draf illegal tersebut. 

Saat itu, Imron hanya menyebut tiga nama yang belakangan terkuat nama Cunadi, Ozi dan Sri Darmanto. Publik menyebut, Cunadi sendiri, pernah dicalonkan menjadi Wabup Cirebon yang menjadi rival Ayu. Baroji sendiri, adalah pihak luar yang disebut-sebut menjadi kaki tangan Ayu. Sementara Sri Darmanto, adalah Sekretaris BPKSDM.


Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Cirebon, Sophie Zulfia menegaskan, DPC PDIP memiliki sikap tersendiri dalam menyikapi permasalahan yang ada. Menurutnya, pasangan Imron-Ayu tetap solid dan akan bersinergis memimpin Kabupaten Cirebon.

“Mereka kita pertemukan untuk klarifikasi apa yang terjadi. Setelah diundang, mereka tetap akan selalu bersinergis dalam memimpin Kabupaten Cirebon,” ungkap Sophie kepada sejumlah wartawan, Rabu (30/6/2021) di Sekretariat DPC PDIP Kabupaten Cirebon.

Lebih jauh Sophie menjelaskan, draf mutasi/rotasi yang ditunjukkan oleh bupati memang bukan berasal dari keduanya. Dengan demikian, Sophie menegaskan pihaknya akan tetap menjaga pasangan Imron-Ayu ini.

“Kita pastikan tidak ada intervensi pihak ketiga. DPC PDIP akan mendukung penuh segala kebijakan yang diambil bupat,i selama masih dalam koridor aturan yang benar,” jelasnya.

Mengenai mencuatnya nama Cunadi sebagai pihak yang menyerahkan draf mutasi/rotasi, Anggota DPRD Kabupaten Cirebon dari PDIP, Aan Setiawan menilai draf itu belum jadi. Saat ini, draf  masih dalam proses pembahasan tim Baperjakat. Adapun yang ditunjukkan oleh Imron, dinilai merupakan usulan dari pihak luar.

“Kita juga dukung bupati untuk mengambil langkah tegas. Bagaimanapun, bupati itu tidak bisa diintervensi oleh siapapun. Draf itu hanya sebatas usulan saja karena siapapun boleh mengusulkan. Tetapi, keputusan akhir kan tetap ada di bupati selaku PPK,” tukasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Bupati Imron tiba-tiba memperlihatkan draf mutasi eselon 3 dan 4 kepada wartawan. Menurutnya, draf mutasi tersebut merupakan hasil dari laporan pihak luar, diluar konteks Baperjakat.

Sontak saja, langkah bupati tersebut membuat berbagai macam opini. Dugaan Imron yang selama ini status Bupatinya hanya sebagai "boneka", semakin tercium publik. Munculnya komentar Imron bahwa draf mutasi hasil campur tangan pihak luar, semakin memperjelas bahwa Imron memang tidak bisa mengambil keputusan.

Kecurigaan publik, bahwa mutasi masih diatur oleh mantan Bupati Cirebon Sunjaya yang saat ini terlibat kasus grativikasi, semakin terang benderang. Kabarnya, siapapun yang ingin naik jabatan, harus mendapat restu dari Sunjaya di LP Sukamiskin Bandung. Sunjaya sendiri, adalah suami dari Wabup Ayu yang saat ini mendampingi Bupati Imron. (maman suharman)